detikinet

Microsoft - Yahoo

Merger Takkan Selesaikan Masalah

Dewi Widya Ningrum - detikinet
Sabtu, 02/02/2008 14:12 WIB

ilustrasi (diolah/ist.)

Jakarta - Microsoft telah menawar Yahoo senilai US$ 44,6 miliar. Namun, merger keduanya belum tentu akan menyelesaikan masalah fundamental yang dihadapi Microsoft dan Yahoo, yakni menjegal dominasi Google di bisnis internet.

Tawaran tersebut bisa jadi memberikan keuntungan besar, tak hanya bagi Microsoft. Merger kedua raksasa TI itu justru akan menjadi hadiah yang menggembirakan bagi para pemegang saham Yahoo. Demikian dilansir Mercurynews dan dikutip detikINET, Sabtu (2/2/2008). Para investor tentunya akan bersorak kegirangan karena mimpi buruk mereka terkait manajemen Yahoo akan berakhir.

Belakangan, Yahoo disebut-sebut kewalahan membendung sepak terjang Google di bisnis iklan online. Yahoo bahkan telah mengumumkan untuk merumahkan 1.000 orang karyawannya agar kondisi keuangan perusahaan lebih sehat dan juga untuk memulihkan kepercayaan investor dalam membeli saham Yahoo.

Saham Yahoo jatuh 44% dalam dua tahun belakangan menjadi US$ 19,18. Jumat lalu, saham Yahoo tercatat melonjak drastis 48% menjadi US$ 28,35 menyusul merebaknya kabar Yahoo akan dibeli Microsoft. Para dewan direksi Yahoo diduga akan menyetujui rencana merger itu tanpa membantahnya mengingat harga saham perusahaan naik signifikan. Hal ini tentunya akan membuat para pemegang saham Yahoo berani menginvestasikan uangnya di perusahaan internet itu.

Katakanlah merger terjadi, duet Microsoft-Yahoo diperkirakan akan memiliki trafik web yang lebih besar dari Google. Dan hal ini pastinya akan menarik minat para pemasang iklan sehingga akan semakin menguatkan Yahoo.

Kombinasi Microsoft-Yahoo juga mendatangkan beberapa keuntungan lain. Yahoo masih menjadi Web portal terbaik dengan layanan My Yahoo-nya yang memiliki puluhan juta pelanggan loyal. Di lain sisi Microsoft, melalui sistem operasi Windows, menguasai hampir sebagian besar penggunaan sistem operasi komputer desktop. Microsoft dan Yahoo mungkin saja akan mengintegrasikan layanan terbaik mereka, misal mengintegrasikan Flickr dengan aplikasi Office untuk menyediakan platform internet dan PC.

Merger keduanya mungkin juga akan lebih menghemat keuangan perusahaan, di mana biaya untuk peralatan, tenaga kerja dan riset dan pengembangan bisa lebih ditekan.

Dilema

Namun yang perlu diperhatikan, merger Microsoft-Yahoo akan menimbulkan dilema besar yakni bagaimana meng-handle dua brand besar? Akan memakai Microsoft Hotmail atau Yahoo Mail? Live Search atau Yahoo Search? Jika Microsoft tetap memakai kedua brand itu, hal ini akan membuat pelanggan bingung dan mengurangi sinergi. Namun jika salah satu brand 'dibunuh', akan menjadi tidak adil bagi salah satu pihak (Microsoft atau Yahoo).

Satu lagi masalah yang akan dihadapi jika merger terjadi, bagaimana mengintegrasikan dua perusahaan yang sangat berbeda kultur dan filosofi bisnis. Microsoft adalah rajanya sistem operasi, sedangkan Yahoo bermain di Internet.
( dwn / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%