Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Dagelan Telepon Umum Indosat-Postel
Kamis, 31/01/2008 11:14 WIB
Jakarta - Entah karena terlalu banyak yang dipikirkan atau mungkin tak terlalu diacuhkan, kewajiban pembangunan telepon umum jadi serasa dagelan.
Indosat sempat dituding Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar paling lambat dalam membangun telepon umum dibandingkan operator pemilik lisensi telepon tetap lainnya. Tak terima dibilang lambat, Direktur Pemasaran Indosat Guntur S Siboro, pun malah menjadikan migrasi frekuensi layanan telepon tetap nirkabel StarOne sebagai biang keterlambatannya itu.
"Cepat atau lambat itu cuma proses. Wajarlah, kan baru dua bulan sejak Desember kita selesai migrasi," ujarnya usai seremonial kerjasama Indosat dan Garuda Indonesia, di XXI Lounge, Jakarta Theatre, Sarinah, Jakarta, Rabu (30/1/2008).
Seperti diketahui, pembangunan telepon umum menjadi suatu kewajiban bagi operator pemilik lisensi saluran tetap. Indosat merupakan salah satunya yang diwajibkan untuk mengalokasikan tiga persen dari kapasitas jaringan yang terpasang untuk telepon umum.
Namun, seperti diungkap dirjen, Indosat baru memenuhi kewajiban pembangunan telepon umum di 350 lokasi. Padahal sebelumnya, masih kata dirjen, komitmen yang diucapkan anak perusahaan ST Telemedia itu ialah membangun di 10 ribu lokasi.
Indosat sendiri, hingga akhir 2007, mengklaim kapasitas jaringan saluran tetapnya telah mencapai 2,1 juta sambungan. Yang artinya, tiga persen dari kapasitas tersebut sama dengan 63 ribu titik telepon umum.
Sayangnya, Guntur juga tak mau menyebutkan, dari 350 lokasi tersebut, berapa titik telepon umum yang telah dibangun. "Kami sebenarnya ingin cepat membangun karena terminalnya sudah siap. Cuma tantangannya, mau diletakkan di mana?" tanya Guntur.
Ia berpendapat, kalau ditempatkan di toko atau di warung telekomunikasi (wartel), nilai suatu layanan telepon umum jadi berubah karena sifatnya yang lebih komersial.
"Ini masalah pricing. Kalau kita taruh di toko atau wartel, mereka bisa jual di atas harga karena sistimnya bagi hasil," begitu katanya.
Namun sejenak, raut muka Guntur langsung berubah ketika diinformasikan wartawan bahwa dirjen sebelumnya telah menyatakan: wartel merupakan salah satu bagian dari telepon umum. "Wah, saya baru tahu itu. Itu ada di Permen (Peraturan Menteri) nomor berapa? Kalau begitu, jumlah telum kita sudah banyak. Kita juga punya banyak mitra wartel," ujarnya senang.
Ketika dikonfirmasi detikINET melalui telepon selulernya, baik Dirjen Postel maupun Kabag Umum dan Humas Ditjen Postel Gatot S Dewa Broto, mengaku lupa Permen tentang wartel merupakan bagian dari telepon umum ada di pasal berapa. Keduanya sama-sama bilang, "saya sedang rapat, nanti diinformasikan lagi."
( rou / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Indosat sempat dituding Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar paling lambat dalam membangun telepon umum dibandingkan operator pemilik lisensi telepon tetap lainnya. Tak terima dibilang lambat, Direktur Pemasaran Indosat Guntur S Siboro, pun malah menjadikan migrasi frekuensi layanan telepon tetap nirkabel StarOne sebagai biang keterlambatannya itu.
"Cepat atau lambat itu cuma proses. Wajarlah, kan baru dua bulan sejak Desember kita selesai migrasi," ujarnya usai seremonial kerjasama Indosat dan Garuda Indonesia, di XXI Lounge, Jakarta Theatre, Sarinah, Jakarta, Rabu (30/1/2008).
Seperti diketahui, pembangunan telepon umum menjadi suatu kewajiban bagi operator pemilik lisensi saluran tetap. Indosat merupakan salah satunya yang diwajibkan untuk mengalokasikan tiga persen dari kapasitas jaringan yang terpasang untuk telepon umum.
Namun, seperti diungkap dirjen, Indosat baru memenuhi kewajiban pembangunan telepon umum di 350 lokasi. Padahal sebelumnya, masih kata dirjen, komitmen yang diucapkan anak perusahaan ST Telemedia itu ialah membangun di 10 ribu lokasi.
Indosat sendiri, hingga akhir 2007, mengklaim kapasitas jaringan saluran tetapnya telah mencapai 2,1 juta sambungan. Yang artinya, tiga persen dari kapasitas tersebut sama dengan 63 ribu titik telepon umum.
Sayangnya, Guntur juga tak mau menyebutkan, dari 350 lokasi tersebut, berapa titik telepon umum yang telah dibangun. "Kami sebenarnya ingin cepat membangun karena terminalnya sudah siap. Cuma tantangannya, mau diletakkan di mana?" tanya Guntur.
Ia berpendapat, kalau ditempatkan di toko atau di warung telekomunikasi (wartel), nilai suatu layanan telepon umum jadi berubah karena sifatnya yang lebih komersial.
"Ini masalah pricing. Kalau kita taruh di toko atau wartel, mereka bisa jual di atas harga karena sistimnya bagi hasil," begitu katanya.
Namun sejenak, raut muka Guntur langsung berubah ketika diinformasikan wartawan bahwa dirjen sebelumnya telah menyatakan: wartel merupakan salah satu bagian dari telepon umum. "Wah, saya baru tahu itu. Itu ada di Permen (Peraturan Menteri) nomor berapa? Kalau begitu, jumlah telum kita sudah banyak. Kita juga punya banyak mitra wartel," ujarnya senang.
Ketika dikonfirmasi detikINET melalui telepon selulernya, baik Dirjen Postel maupun Kabag Umum dan Humas Ditjen Postel Gatot S Dewa Broto, mengaku lupa Permen tentang wartel merupakan bagian dari telepon umum ada di pasal berapa. Keduanya sama-sama bilang, "saya sedang rapat, nanti diinformasikan lagi."
( rou / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Sabtu, 26/05/2012 11:43 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
207 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
72 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)


