detikinet

China Musnahkan 44.000 Situs Porno

Fino Yurio Kristo - detikinet
Rabu, 23/01/2008 14:01 WIB

Warnet di China (AFP)

Beijing - Pemerintah China tampaknya ingin menunjukkan keseriusan mereka dalam menghadang pornografi internet. Mereka mengungkapkan pada media bahwa di tahun 2007 yang belum lama berselang, sebanyak 44.000 situs porno ditutup paksa pemerintah.

Tak hanya itu, sebanyak 868 orang juga dijebloskan ke tahanan sebagai bagian dari kampanye melawan pornografi internet. Sementara, sekitar 1911 orang juga berada dalam pengawasan pemerintah berkenaan dengan kasus tersebut.

Disebutkan, kampanye anti pornografi ini akan terus berlanjut sampai bulan September 2008 mendatang. Seperti dikutip detikINET dari AFP, Rabu (23/1/2008), kampanye ini diluncurkan oleh Kementrian Keamanan Publik China.

Pornografi memang ilegal di China karena dianggap meracuni otak generasi muda. Pemerintah pun sering melancarkan aksi besar-besaran melawan pornografi internet, misalnya dengan melarang keberadaan situs-situs yang mempromosikan pornografi.

Namun demikian, situs-situs porno dilaporkan tetap tumbuh subur. Masalahnya makin runyam karena internet amat populer di China, dengan jumlah pengguna melebihi 200 juta, hanya kalah dari pemakai internet Amerika Serikat (AS). Bahkan diprediksi, China akan segera menjadi negara dengan jumlah pengguna internet terbanyak di dunia dalam waktu dekat.
( fyk / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%