detikinet

Korut Mau Jadi Jagoan TI, Tapi Tanpa Internet

Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Rabu, 23/01/2008 08:51 WIB

Kim Jong Il (wikipedia)

Seoul - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-Il mengimbau sekolah-sekolah untuk mengenalkan teknologi informasi (TI) kepada siswa sejak usia dini, sehingga mereka melek komputer. Pemerintah Korut memang tengah getol menekankan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memacu perkembangan ekonominya.

Bulan lalu, sebuah situs www.dprk-economy.com dibuka untuk mengundang para investor masuk ke negara tersebut. Lebih lanjut, Kim juga mengaku tengah menyiapkan pedoman penting untuk mengembangkan teknologi di negaranya, tanpa menyebutkan apa programnya tersebut

"Sangat penting mengembangkan teknologi programming sebagai tuntutan memasuki era pengetahuan dan teknologi serta komputer," ujarnya seperti dikutip detikINET dari AFP, Rabu (23/1/2008).

Kendati demikian, Kim belum berniat membuka akses informasi via internet secara luas. Korut memberlakukan sensor yang sangat ketat pada akses informasi yang lebih layak disebut sebagai intranet. Itu pun hanya segelintir orang yang bisa mencicipi aksesnya.

Beberapa waktu lalu, Kim, 65 tahun dengan percaya diri menyebut dirinya sebagai pakar internet. Pernyataannya ini terdengar ironis di tengah kondisi masyarakat yang minim akses internet. Menurut Kim, akan banyak permasalahan yang timbul jika internet menjangkau semua elemen di Korut.
( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%