detikinet

Facebook dan Wikipedia Terlarang bagi Wartawan

Fino Yurio Kristo - detikinet
Selasa, 22/01/2008 09:55 WIB

Wartawan dan Gadget (dbu/inet)

London - Lembaga berita ternama dunia, AFP (Agence France Presse), melarang wartawannya memakai situs jejaring sosial Facebook sebagai sumber berita. Tak hanya itu, mereka sebelumnya ternyata juga telah melarang pemakaian situs ensiklopedi online, Wikipedia, sebagai rujukan utama informasi dalam penulisan berita.

Kebijakan pelarangan penggunaan Facebook ini menurut perwakilan AFP di London, Pierre Lesourd, terpaksa diambil untuk menjaga kepercayaan publik pembaca. Pasalnya belum lama ini, AFP memuat berita salah tentang adanya profil putra Benazir Bhutto, Bilawal Bhutto di Facebook. Belakangan diketahui bahwa profil tersebut ternyata palsu.

"Peraturan internal kami sebelumnya telah melarang penggunaan Wikipedia sebagai sumber berita. Dalam kebijakan baru, pelarangan ini kini juga ditujukan untuk Facebook karena insiden Bilawal," ungkap Pierre seperti dikutip detikINET dari Journalism.co.uk, Selasa (22/1/2008).

Menurut Pierre, banyak media kemudian turut melansir berita AFP tentang Bilawal yang ternyata tidak benar itu. Hal inilah yang membuat AFP merasa bertanggungjawab dan kini melarang wartawan mereka memakai Facebook sebagai sumber berita. Rupanya, insiden Bilawal itu sempat membuat mereka merasa tercoreng reputasinya sebagai referensi berita terpercaya di dunia.


( fyk / dbu )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%