detikinet

2.300 Karyawan Nokia Terancam PHK

Dewi Widya Ningrum - detikinet
Kamis, 17/01/2008 11:16 WIB

ilustrasi (ist.)

Jakarta - Nokia mulai mengambil ancang-ancang untuk menutup pabriknya di Bochum, Jerman pada pertengahan tahun ini. Sekitar 2.300 orang karyawannya di Jerman terancam kehilangan pekerjaan. Langkah ini diambil Nokia karena alasan penghematan biaya seiring makin ketatnya kompetisi di pasar ponsel.

PCWorld yang dikutip detikINET, Kamis (17/1/2008) melansir, Nokia juga akan menutup bisnis otomotifnya di Jerman. Produsen ponsel sejuta umat itu saat ini juga tengah bernegosiasi dengan Sasken Technologies untuk menjual unit riset dan pengembangan software Nokia yang berbasis di Bochum.

Nokia mengatakan pabriknya di Bochum secara global tidak kompetitif. Tambahan investasi pun, menurut Nokia, tidak akan membuat pabrik tersebut mampu bersaing.

Veli Sundbck, Executive Vice President Nokia, mengatakan perubahan pasar dan adanya kebutuhan untuk menghemat biaya membuat produksi ponsel di Jerman tak lagi memungkinkan untuk dilanjutkan. "Pabrik ini tidak bisa dioperasikan lagi untuk memenuhi kebutuhan efisiensi cost dan peningkatan kapasitas. Karena itu kami harus membuat keputusan seperti ini," papar Sundbck.

Terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) ini, Nokia menyatakan akan bernegosiasi dengan para wakil karyawan untuk mencari solusi yang bisa memuaskan kedua belah pihak.
( dwn / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%