Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Gara-gara Komentar Pembaca, Situs Internet Diancam Tutup
Selasa, 08/01/2008 09:45 WIB

Tampilan Situs Tersensor di Thailand (wikipedia)
Bangkok - Pemerintah Thailand semakin represif terhadap situs-situs yang dinilai menentang pemerintah. Situs-situs yang dinilai membangkang, langsung ditutup. Kali ini giliran sebuah situs politik yang ditutup.
Untuk kesekian kalinya, pemerintah negeri gajah putih tersebut menutup situs internet yang dipandang melawan pemerintah. Kali ini giliran sebuah situs politik yang ditutup, yakni sameskybooks.com.
Penutupan ini berawal dari publikasi komentar-komentar pengunjung di buletin sameskybooks.com, yang berisi kritik terhadap pemerintah yang dinilai terlalu berlebihan meratapi kematian Galyani Vadhana, kakak Raja Bhumibol Adulyade.
Masyarakat mengkritik pemerintah yang menyerukan kepada masyarakat untuk mengenakan pakaian hitam sebagai tanda berkabung.
Bahkan Menteri Komunikasi dan Informatika Thailand mengancam akan menutup ISP lokal Netservice jika ISP tersebut tidak mengambil tindakan tegas terhadap sameskybooks.com.
"Aku menerima surat dari Netservice bahwa pemerintah telah menekannya untuk mematikan situs kami, jika tidak, pemerintah akan mematikan Netservice," ujar Thanapol Eiwsakul, operator situs sameskybooks.com, seperti dikutip detikINET dari Physorg, Selasa (8/1/2008).
Thanapol mengaku tidak tahu menahu apakah nantinya dia harus menghadapi tuntutan ataukah nantinya akan diizinkan membuka kembali situsnya. Ia berharap kelak akan ada provider internet asing yang akan memberi kesempatan kepadanya untuk mengoperasikan kembali situsnya."Kami adalah satu dari beberapa situs yang mempublikasikan perlawanan terhadap pemerintah," tambahnya.
Memang pemerintah Thailand secara rutin memblokir situs-situs, terutama situs yang menyajikan konten seksual atau politik yang bersimpati pada mantan perdana Menteri terguling, Thaksin Shinawatra. Hingga kini telah ada sekitar 32.000 situs yang diblokir pemerintah. Pemerintah Thailand juga pernah memblokir Youtube.
( dbu / dbu )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Untuk kesekian kalinya, pemerintah negeri gajah putih tersebut menutup situs internet yang dipandang melawan pemerintah. Kali ini giliran sebuah situs politik yang ditutup, yakni sameskybooks.com.
Penutupan ini berawal dari publikasi komentar-komentar pengunjung di buletin sameskybooks.com, yang berisi kritik terhadap pemerintah yang dinilai terlalu berlebihan meratapi kematian Galyani Vadhana, kakak Raja Bhumibol Adulyade.
Masyarakat mengkritik pemerintah yang menyerukan kepada masyarakat untuk mengenakan pakaian hitam sebagai tanda berkabung.
Bahkan Menteri Komunikasi dan Informatika Thailand mengancam akan menutup ISP lokal Netservice jika ISP tersebut tidak mengambil tindakan tegas terhadap sameskybooks.com.
"Aku menerima surat dari Netservice bahwa pemerintah telah menekannya untuk mematikan situs kami, jika tidak, pemerintah akan mematikan Netservice," ujar Thanapol Eiwsakul, operator situs sameskybooks.com, seperti dikutip detikINET dari Physorg, Selasa (8/1/2008).
Thanapol mengaku tidak tahu menahu apakah nantinya dia harus menghadapi tuntutan ataukah nantinya akan diizinkan membuka kembali situsnya. Ia berharap kelak akan ada provider internet asing yang akan memberi kesempatan kepadanya untuk mengoperasikan kembali situsnya."Kami adalah satu dari beberapa situs yang mempublikasikan perlawanan terhadap pemerintah," tambahnya.
Memang pemerintah Thailand secara rutin memblokir situs-situs, terutama situs yang menyajikan konten seksual atau politik yang bersimpati pada mantan perdana Menteri terguling, Thaksin Shinawatra. Hingga kini telah ada sekitar 32.000 situs yang diblokir pemerintah. Pemerintah Thailand juga pernah memblokir Youtube.
( dbu / dbu )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 16:20 WIB
Duh, Gampangnya Beli Ijazah Palsu di Internet
-
Selasa, 22/05/2012 13:25 WIB
Polisi Bongkar Pembuat Ijazah Palsu di www.ijazahaspal.com
-
Senin, 21/05/2012 12:49 WIB
Samsung Rayu Apple dengan Lisensi Silang
-
Minggu, 20/05/2012 11:08 WIB
Langgar Paten Microsoft, Ponsel Motorola Dicekal
-
Kamis, 17/05/2012 17:16 WIB
Kalah dari Apple, HTC Tunda Kapalkan Smartphone
-
Rabu, 16/05/2012 19:15 WIB
Polisi Gerebek Gudang Perakitan BlackBerry Ilegal di Pekanbaru
-
Rabu, 16/05/2012 14:10 WIB
Galaxy Tab Dicekal, Samsung: Klaim Apple Tak Berdasar!
-
Rabu, 16/05/2012 12:06 WIB
Wah! Apple Diizinkan Blokir Galaxy Tab
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Sabtu, 26/05/2012 11:43 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
207 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
72 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

