detikinet

Kemahalan, Bangladesh Potong Tarif Internet

Annisa M. Zakir - detikinet
Rabu, 02/01/2008 14:50 WIB

Penduduk Bangladesh (Ist.)

Dhaka - Pemerintah Bangladesh berencana untuk menurunkan tarif layanan internet di negaranya sebesar 50%. Hal tersebut lantaran tarif yang dipatok untuk layanan internet kecepatan tinggi di Bangladesh terlampau mahal.

Dilansir Xinhua dan dikutip detikINET Rabu, (2/1/2008), untuk menggunakan layanan internet berkecepatan 256 kbps saja, uang sebesar US$ 500 harus dikeluarkan pelanggan perbulannya. Sementara untuk 512 kbps, biaya perbulannya tidak kurang dari US$ 893 dan untuk 1 megabit, tarifnya dipatok sekitar US$ 1.714.

Menurut harian lokal, The Daily Star, usaha penurunan tarif ini telah diupayakan oleh Bangladesh Telegraph and Telephone Board (BTTB) kepada Menteri Keuangan dengan menyerahkan sejumlah proposal. BTTB sendiri bertanggung jawab atas penetapan tarif internet di Bangladesh.

Sementara, Bangladesh Association of Software and Information Services (BASIS) juga telah mengusulkan penurunan tarif sebesar 75% kepada pemerintah setempat.

"Walaupun akan turun 50 persen, kami tetap harus membayar 10 kali lebih mahal bila dibandingkan dengan tarif internet yang dipatok di India," jelas Shameen Ahsan, perwakilan BASIS.

Perbandingan jumlah pengguna internet dengan jumlah penduduk di negara ini memang terlampau masih jauh. Menurut data, pengguna internet di Bangladesh hingga akhir 2007 hanya ada pada angka 450.000 pelanggan dari total populasi yang sebanyak 150 juta jiwa.
( amz / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%