detikinet

Getol SMS, Awas Penyakit Jempol Akut!

Fino Yurio Kristo - detikinet
Rabu, 26/12/2007 16:36 WIB
Selandia Baru - Jempol dan SMS memang seperti tak terpisahkan, karena tanpa jempol, orang akan kesulitan mengetik teks SMS. Namun jempol para pecandu SMS ternyata beresiko terkena penyakit.

Mahasiswi asal Selandia Baru, Fleur de Vere Beavis (20) ini adalah contohnya. Ia didiagnosa menderita penyakit radang pada jari yang disebut dengan tenosynovitis. Ia merupakan orang pertama yang terjangkit penyakit ini di Selandia Baru karena kecanduan SMS. Fleur mengaku setiap harinya bisa mengirim sampai 100 SMS.

Seperti dikutip detikINET dari NzHerald, Rabu (26/12/2007), Fleur semula mengeluh salah satu bagian jempolnya selalu terasa sakit. Berdasarkan diagnosa dokter, ia positif terkena penyakit tersebut.

Menurut New Zealand Medical Journal yang mempublikasikan kasus Fleur, mengetik SMS secara konstan bisa melukai otot antara jempol dan pergelangan tangan, juga menyebabkan jaringan sekitarnya dipenuhi cairan. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya tenosynovitis.

Sebelumnya, baru dua kasus penyakit semacam itu dilaporkan di Singapura dan Australia. Namun para peneliti di jurnal tersebut menyatakan, tak menutup kemungkinan tenosynovitis makin banyak terjadi. Di Inggris, keluhan mengenai jempol yang sakit akibat SMS bahkan menimpa sampai jutaan orang meski tak bisa dipastikan apakah keluhan ini mengarah ke penyakit tenoxynovitis.
( fyk / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%