detikinet

SMS Pantau Sistem Peringatan Tsunami

Ardhi Suryadhi - detikinet
Rabu, 26/12/2007 14:19 WIB

ilustrasi (diolah/inet)

Banten - Pelampung untuk sistem peringatan dini tsunami akan disebar di berbagai lokasi perairan di Indonesia. Agar tak sulit memantaunya, pesan singkat (SMS) pun dimanfaatkan.

Sistem peringatan dini tsunami Indonesia (Indonesian Tsunami Early Warning System/InaTEWS) akan diluncurkan Kementerian Riset dan Teknologi pada November 2008. Rencananya akan ada 23 buoy (pelampung) pendeteksi tsunami yang mencakup Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Ridwan Djamaludin, Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT, mengatakan pemantauan apakah setiap buoy itu berfungsi tak perlu dengan mendatangi titik penyebaran buoy. "Saya bisa kirim SMS ke stasiun penerima untuk mengetahui (secara otomatis) apakah (buoy) berfungsi atau tidak. Baru didatangi ke lokasi jika bermasalah," tutur Ridwan dalam ujicoba InaTEWS di Pantai Selago, Banten, Rabu (26/12/2007).

Setiap buoy tersebut, ujar Ridwan, memiliki antena Global Positioning System yang tersambung ke stasiun penerima. Jika lokasinya berpindah hingga radius 500 meter dari tempat disematkannya akan terdeteksi oleh stasiun penerima.

Saat ini setiap unit menggunakan sumber energi dari baterai yang perlu diganti setahun sekali. Ke depannya, lanjut Ridwan, buoy itu akan menggunakan panel tenaga surya agar memiliki daya tahan lebih lama.
( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%