Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
SBY Minta Sistem Peringatan Dini Tsunami Dikebut
Rabu, 26/12/2007 11:38 WIB

Kusmayanto Kadiman (inet)
Banten - Sistem peringatan dini Tsunami yang digarap Kementerian Ristek awalnya akan meluncur di 2009. Dianggap lambat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendesak sistem itu dikebut.
Hal itu dikemukakan Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman di sela-sela simulasi tsunami dan ujicoba sistem peringatan dini tsunami yang digelar di wilayah Cilegon, Banten, Rabu (26/12/2007). "Pada waktu itu kami paparkan ke Presiden dan didukung oleh Bapak Wapres dan Sidang Kabinet untuk target 2009. Cuma kata Pak Presiden itu kelamaan, jadi kita percepat," kata Menristek.
Kusmayanto mengatakan, setelah target direvisi, rencananya pada 12 November 2008 sistem ini akan diluncurkan secara resmi. Ia menambahkan, hambatannya saat ini bukan dari sisi waktu tapi dari sisi infrastruktur yang tersedia.
Salah satu yang jadi kekhawatiran Ristek, menurut Kusmayanto, adalah apakah jumlah buoy (pelampung) sudah cukup untuk mencakup seluruh wilayah Indonesia. Demikian juga dengan alat pendeteksinya.
Sistem peringatan dini tsunami (Indonesian Tsunami Early Warning System/Ina TEWS) ini terdiri atas unit buoy yang dilepas di perairan. Setiap buoy terdiri dari Ocean Bottom Unit (OBU) yang ditenggelamkan di dasar laut dan sebuah pelampung survei.
Data dari OBU dikirimkan ke unit pelampung melalui modem akustik. Selanjutnya, data kenaikan permukaan laut itu akan dikirimkan melalui satelit ke stasiun penerima. Dari stasiun penerima, data akan diteruskan ke Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG).
Kusmayanto mengatakan, dari OBU ke stasiun penerima membutuhkan waktu 1-2 menit. Sedangkan dari stasiun penerima ke BMG bisa mencapai 5 hingga 15 menit, tergantung lokasi gempa.
Targetnya, ujar Kusmayanto, dalam waktu tidak lebih dari lima menit tsunami akan bisa terdeteksi. Hal ini menurutnya akan memberi waktu cukup untuk evakuasi dan tindakan pencegahan lainnya.
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Hal itu dikemukakan Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman di sela-sela simulasi tsunami dan ujicoba sistem peringatan dini tsunami yang digelar di wilayah Cilegon, Banten, Rabu (26/12/2007). "Pada waktu itu kami paparkan ke Presiden dan didukung oleh Bapak Wapres dan Sidang Kabinet untuk target 2009. Cuma kata Pak Presiden itu kelamaan, jadi kita percepat," kata Menristek.
Kusmayanto mengatakan, setelah target direvisi, rencananya pada 12 November 2008 sistem ini akan diluncurkan secara resmi. Ia menambahkan, hambatannya saat ini bukan dari sisi waktu tapi dari sisi infrastruktur yang tersedia.
Salah satu yang jadi kekhawatiran Ristek, menurut Kusmayanto, adalah apakah jumlah buoy (pelampung) sudah cukup untuk mencakup seluruh wilayah Indonesia. Demikian juga dengan alat pendeteksinya.
Sistem peringatan dini tsunami (Indonesian Tsunami Early Warning System/Ina TEWS) ini terdiri atas unit buoy yang dilepas di perairan. Setiap buoy terdiri dari Ocean Bottom Unit (OBU) yang ditenggelamkan di dasar laut dan sebuah pelampung survei.
Data dari OBU dikirimkan ke unit pelampung melalui modem akustik. Selanjutnya, data kenaikan permukaan laut itu akan dikirimkan melalui satelit ke stasiun penerima. Dari stasiun penerima, data akan diteruskan ke Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG).
Kusmayanto mengatakan, dari OBU ke stasiun penerima membutuhkan waktu 1-2 menit. Sedangkan dari stasiun penerima ke BMG bisa mencapai 5 hingga 15 menit, tergantung lokasi gempa.
Targetnya, ujar Kusmayanto, dalam waktu tidak lebih dari lima menit tsunami akan bisa terdeteksi. Hal ini menurutnya akan memberi waktu cukup untuk evakuasi dan tindakan pencegahan lainnya.
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Facebook Tak Berdaya Lawan Faceporn
-
Kamis, 24/05/2012 21:06 WIB
Yahoo Axis, Ketika Browser & Mesin Pencari Bergabung
- Jumat, 25/05/2012 18:23 WIB
Laporan dari Seoul
'Kulkas Pintar', Cek Stok Makanan dari Smartphone
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
- Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
- Jumat, 25/05/2012 15:50 WIB
Ini Dia Jadwal Update Android ICS untuk Ponsel HTC
- Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
- Jumat, 25/05/2012 18:07 WIB
Google+ Ingin Curi 'Mahkota' Flickr?
-
198 Komentar
-
83 Komentar
-
75 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
