detikinet

2008, Telkomsel Siapkan BTS Tenaga Surya

Ardhi Suryadhi - detikinet
Selasa, 27/11/2007 11:57 WIB

Panel Tenaga Surya (newscientist)

Jakarta - Pada 2008, pembangunan stasiun pemancar telekomunikasi (Base Transceiver Station/BTS) tenaga surya akan mulai digalakkan olehTelkomsel. Rencananya akan mencakup daerah-daerah pedesaan di Sumatera dan kalimantan.

Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja, mengatakan pemilihan daerah didasarkan atas kondisi di wilayah tersebut yang termasuk daerah kurang pasokan listrik. Dengan demikian, ujarnya, perlu dibuat teknologi alternatif dalam pembangunan BTS.

"Kami saat ini baru punya satu BTS tenaga surya di Pekanbaru dan teknologinya terus dikembangkan. Ini bukan sekadar coba-coba, kami ingin serius," Kiskenda menegaskan seusai peluncuran mobile wallet T-Cash di Kantor Menteri Negara BUMN, Jakarta, Selasa (27/11/2007).

Kiskenda mengaku belum menerima laporan secara rinci mengenai performa BTS di Pekanbaru. Namun, secara pribadi ia yakin BTS itu sukses.

Mengenai investasi BTS Tenaga Surya ini Kiskenda mengaku belum ada data pasti dan masih tahap evaluasi. Namun, Kiskenda memastikan, dana pembangunan BTS Tenaga Surya itu akan diambil dari belanja modal (Capex) 2008 yang senilai US$ 1,5 miliar - 1,7 miliar.

Pendanaan Capex itu akan didapat dari internal dan pinjaman. "Bisa jadi kita akan menerbitkan obligasi, tapi ini belum dievaluasi. Ini sebagai alternatif, tapi biasanya pendanaan itu dari internal. Itu semua tergantung kebijakan pemegang saham," Kiskenda menguraikan.

( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
Pro
50%
Kontra
50%