Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Enam Juta PC di Indonesia Pakai Software Bajakan
Senin, 19/11/2007 14:49 WIB
Yogyakarta - Sebanyak 6 juta atau sekitar 87 persen komputer yang digunakan di Indonesia disinyalir menggunakan software bajakan. Untuk mengurangi angka ini software Open Source perlu dikembangkan sehingga dunia internasional tak lagi semena-mena menetapkan Indonesia sebagai negara pembajak.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ir Lolly Amalia Abdilla M.Sc, Direktur Sistem Informasi Perangkat Lunak dan Konten Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika Depkominfo, dalam Seminar bertajuk 'National Free and Open Source Software for Business strategic and Competitive Advantage for Corporate', di auditorium Magister Manajemen (MM) UGM Jl Teknika Utara, Senin (19/11/2007).
"Open Source perlu dikembangkan agar Indonesia tidak dicap sebagai negara pembajak, software dan sudah termasuk daftar blacklist," katanya.
Lolly mengatakan, meski sudah ada sanksi hukum yang mengatur bagi pelaku pembajakan namun tetap saja kasus pembajakan belum mengalami penurunan secara signifikan. Selain melanggar UU Haki No 19 tahun 2002, Fatwa MUI bahkan sudah menyebutkan hukum pembajakan adalah haram.
Sehingga, lanjutnya, untuk mengantisipasi pembajakan perlu disosialisaikan lagi program Indonesia Goes Open Source (IGOS) karena sangat bermanfaat bagi masayarakat dan tidak membuang uang ke luar negeri untuk sekadar membayar lisensi. Sebab, dengan Open Source semua gratis dan dapat memunculkan kreativitas serta membuka lapangan kerja. "Selain itu, memakai Open Source keamanan data terjamin sebab software ini bebas dari ancaman virus," katanya.
Lolly menambahkan, sejak diluncurkan tahun 2004 perkembangan pemakaian Open Source masih mengalami hambatan karena belum banyaknya peminat yang menggunakannya. Sebab berbagai kalangan seperti perguruan tinggi dan institusi pemerintah juga belum banyak yang menerapkan IGOS.
"Ini salah satu hambatannya, tapi kami optimis (Open Source) akan terus berkembang. Lagipula, tidak mudah mengajak masyarakat untuk mengadopsi sesuatu yang baru, misalnya memakai software. Mereka sudah terbiasa menggunakan program software yang berlisensi dari luar negeri," tandasnya.
( bgs / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Hal tersebut diungkapkan oleh Ir Lolly Amalia Abdilla M.Sc, Direktur Sistem Informasi Perangkat Lunak dan Konten Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika Depkominfo, dalam Seminar bertajuk 'National Free and Open Source Software for Business strategic and Competitive Advantage for Corporate', di auditorium Magister Manajemen (MM) UGM Jl Teknika Utara, Senin (19/11/2007).
"Open Source perlu dikembangkan agar Indonesia tidak dicap sebagai negara pembajak, software dan sudah termasuk daftar blacklist," katanya.
Lolly mengatakan, meski sudah ada sanksi hukum yang mengatur bagi pelaku pembajakan namun tetap saja kasus pembajakan belum mengalami penurunan secara signifikan. Selain melanggar UU Haki No 19 tahun 2002, Fatwa MUI bahkan sudah menyebutkan hukum pembajakan adalah haram.
Sehingga, lanjutnya, untuk mengantisipasi pembajakan perlu disosialisaikan lagi program Indonesia Goes Open Source (IGOS) karena sangat bermanfaat bagi masayarakat dan tidak membuang uang ke luar negeri untuk sekadar membayar lisensi. Sebab, dengan Open Source semua gratis dan dapat memunculkan kreativitas serta membuka lapangan kerja. "Selain itu, memakai Open Source keamanan data terjamin sebab software ini bebas dari ancaman virus," katanya.
Lolly menambahkan, sejak diluncurkan tahun 2004 perkembangan pemakaian Open Source masih mengalami hambatan karena belum banyaknya peminat yang menggunakannya. Sebab berbagai kalangan seperti perguruan tinggi dan institusi pemerintah juga belum banyak yang menerapkan IGOS.
"Ini salah satu hambatannya, tapi kami optimis (Open Source) akan terus berkembang. Lagipula, tidak mudah mengajak masyarakat untuk mengadopsi sesuatu yang baru, misalnya memakai software. Mereka sudah terbiasa menggunakan program software yang berlisensi dari luar negeri," tandasnya.
( bgs / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 16:20 WIB
Duh, Gampangnya Beli Ijazah Palsu di Internet
-
Selasa, 22/05/2012 13:25 WIB
Polisi Bongkar Pembuat Ijazah Palsu di www.ijazahaspal.com
-
Senin, 21/05/2012 12:49 WIB
Samsung Rayu Apple dengan Lisensi Silang
-
Minggu, 20/05/2012 11:08 WIB
Langgar Paten Microsoft, Ponsel Motorola Dicekal
-
Kamis, 17/05/2012 17:16 WIB
Kalah dari Apple, HTC Tunda Kapalkan Smartphone
-
Rabu, 16/05/2012 19:15 WIB
Polisi Gerebek Gudang Perakitan BlackBerry Ilegal di Pekanbaru
-
Rabu, 16/05/2012 14:10 WIB
Galaxy Tab Dicekal, Samsung: Klaim Apple Tak Berdasar!
-
Rabu, 16/05/2012 12:06 WIB
Wah! Apple Diizinkan Blokir Galaxy Tab
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
202 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)


