detikinet

'Hadapi Bencana, Teknologi Saja Tak Cukup'

Ardhi Suryadhi - detikinet
Selasa, 30/10/2007 13:17 WIB

ilustrasi (diolah/openclipart)

Jakarta - Indonesia dikenal sebagai daerah yang rawan bencana, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pun diharapkan bisa membantu menangani berbagai bencana yang mengancam. Namun demikian, bergantung pada solusi teknologi saja dianggap tidak bisa menyelesaikan masalah. Indonesia juga membutuhkan people center. Demikian pendapat Dirjen Aplikasi dan Telematika, Departemen Komunikasi dan Informatika, Cahyana Ahmadjayadi, dalam seminar 'Peran TIK dalam Manajemen Bencana Alam' di Hotel Millenium, Jakarta, Selasa (30/10/2007). Menurut Cahyana, kolaborasi peran TIK dan people center sebagai bentuk pembangunan Sumber Daya Manusia adalah model yang perlu diterapkan saat menghadapi bencana alam di Indonesia. "Apalagi Indonesia berada di wilayah rawan bencana. Kita harus membiasakan diri hidup berdampingan dengan bencana," ujar Cahyana. Cahyana melanjutkan, Indonesia sering mendapat bantuan sistem penanganan bencana alam dari mancanegara. Namun, sistem yang ditawarkan tersebut menurutnya harus memiliki interoperabilitas yang baik dengan sistem yang sudah ada di Indonesia. "Harus sesuai dengan database geospasial dan sistem business process kita. Selain itu juga perlu pengetahuan yang cukup tentang teknologi, karena menggunakan teknologi mutakhir," Cegah Korban Jiwa Kuntoro Mangkusubroto, Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nanggroe Aceh Darussalam dan Nias, juga menggarisbawahi perlunya TIK dalam penanganan pasca bencana. Ia mencontohkan peranan TIK dapat meminimalisir korban jiwa. Misalnya, dalam bencana tsunami di Aceh yang lalu, di Kabupaten Simeleu menurut Kuntoro sudah ada peringatan dini. Namun dilakukannya dalam bentuk tradisional berupa teriakan. "Meskipun sederhana ini adalah bentuk TIK kuno. Sehingga di Kabupaten itu hanya ada satu korban jiwa ketika tsunami menerjang," ujar Kuntoro. Kuntoro mengatakan, akan lebih baik jika aplikasi seperti itu menggunakan teknologi yang lebih baru. Ia yakin hal itu bisa lebih meminimalisir korban jiwa.
( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%