detikinet

Seminggu Libur, 1 Juta Komputer Cina Diserang Virus

Ardhi Suryadhi - detikinet
Rabu, 10/10/2007 16:09 WIB
Beijing - Masa liburan biasanya dihabiskan untuk pergi ke tempat-tempat wisata. Tapi bagi para pembuat dan penyebar virus, liburan malah dijadikan sebagai momentum untuk menyebarluaskan virus-virus. Fenomena seperti ini baru saja terjadi di Cina. Hampir sebanyak satu juta unit komputer di negeri Tirai Bambu ini dilaporkan diserang virus selama masa liburan Media lokal setempat, Xinhua yang dikutip detikINET Rabu (10/10/2007) melansir, ada tiga jenis virus yang intensif melakukan serangan pada libur nasional selama kurun waktu itu. Hari libur selama satu minggu penuh ini merupakan libur nasional yang dikenal dengan sebutan Golden Week. Akibatnya, sebagian besar warga Cina terlepas dari kesibukannya di kantor sehingga lebih banyak menghabiskan waktu berada di rumah untuk sekadar online. Namun bagi sejumlah pengguna internet Cina, liburan seminggu itu merupakan waktu yang sangat menyibukkan. Hampir satu juta unit komputer mengalami gangguan karena serangan virus ini. Ini bukan kali pertama pengguna internet di Cina menghadapi masalah keamanan seperti ini. Sebelumnya, akibat gempa yang melanda kawasan Pasifik beberapa waktu lalu juga harus memaksa penguna internet di negara ini untuk kembali menggunakan mesin fax karena terputusnya kabel fiber optik.
( ash / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%