detikinet

Domain Sex.asia Diramal Bakal Laris Manis

Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Selasa, 09/10/2007 13:01 WIB

ilustrasi (diolah/registry.asia)

Hong Kong - Akhiran .asia untuk nama domain situs web mulai ditawarkan ke pengguna pada Selasa (9/10/2007). Seperti dikutip detikINET dari Registry.Asia, penawaran awal akan dibuka dalam tahap yang disebut 'sunrise' (matahari terbit). Pada periode ini terbatas hanya pemerintah dan perusahaan yang diberi kesempatan menawar nama domain .asia. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir sengketa nama domain terkait merek dagang dan hal-hal sejenis. Nantinya pihak yang merasa berhak atas nama domain tertentu bisa mengajukan permohonan ke Registry.Asia. Selanjutnya permohonan itu akan diverifikasi. Jika ada lebih dari satu peminat, maka nama domain tersebut akan dilelang. Menurut EURid, registrar nama domain Eropa (.eu), kemungkinan besar nama domain sex.asia akan menjadi yang paling dicari. Ini menilik pengalaman organisasi tersebut saat mulai membuka pendaftaran untuk .eu. Ketika itu, dalam dua hari pertama .eu tersedia, EURid menerima sebanyak 227 aplikasi untuk sex.eu, 118 untuk hotel.eu, dan 94 permintaan untuk travel.eu. Demikian dikutip detikINET dari MSNBC, Selasa (9/10/2007). Periode sunrise .asia akan dibagi dalam tiga fase. Sedangkan untuk masyarakat umum, .asia akan dibuka secara luas dengan sistem first come first serve pada Februari 2008.
( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%