detikinet

Federasi Fonografi Tutup Server Porno Gratisan

Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Rabu, 26/09/2007 09:57 WIB

Akses Pornografi (inet)

London - International Federation of the Phonographic Industry (IFPI) telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menutup tujuh server yang kerap menyediakan konten pornografi gratisan. Pasalnya, konten gratisan itu adalah hasil pembajakan. Seperti dikutip detikINET dari siaran pers IFPI, Rabu (26/9/2007), tujuh server eDonkey di Jerman telah ditutup berkat aksi IFPI di jalur hukum. Layanan eDonkey adalah layanan berbagi file yang sering digunakan untuk distribusi materi hasil pembajakan, termasuk pornografi. "Server eDonkey adalah server yang sering digunakan sebagai lalu lintas ilegal. Mereka adalah orang-orang tak bertanggung jawab yang telah melanggar hak artis dan perusahaan rekaman," ujar Jo Oliver, kepala ligitasi IFPI. Upaya IFPI ini membuahkan hasil, terlihat dari adanya penurunan lebih dari sejuta pengguna eDonkey setelah aksinya dilancarkan. Sebelum di Jerman, IFPI juga telah melancarkan aksi legal dan berhasil memerintahkan penutupan server eDonkey di Perancis dan Belanda. Selain konten pornografi, server eDonkey juga kerap digunakan untuk mendistribusikan film, musik, dan piranti lunak bajakan. IFPI mengaku memiliki tim ahli yang bisa melacak asal-usul konten ilegal di internet dan melakukan langkah agar konten itu tak lagi tersedia.
( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%