detikinet

Korupsi Juga Ganggu Industri Software Lokal

Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Senin, 24/09/2007 11:20 WIB

Djarot Subiantoro (inet)

Yogyakarta - Djarot Subiantoro, Ketua Umum Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (Aspiluki), mengatakan industri piranti lunak Indonesia di tingkat global sudah ada di posisi enam. Hal ini dilihat dari kemudahan pembiayaan, kemampuan sumber daya manusia dan lingkungan bisnisnya. Namun, Djarot melanjutkan, masih ada hal-hal yang menghalangi industri piranti lunak di Indonesia berkembang. Salah satunya adalah korupsi. Demikian diungkapkan Djarot dalam seminar 'Role of asia in Global Software Engineering in the Flat World' yang digelar di Auditorium Kampus 3, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Senin (24/9/2007). Selain korupsi, Djarot menyebutkan kondisi lain yang juga mengganggu industri piranti lunak lokal. Ini mencakup ketidakstabilan politik, tarif pajak, lisensi, dan kemampuan finansial. Di Indonesia saat ini industri software lokal masih kurang berbicara, lanjut pria yang juga Direktur PT Sigma Cipta Caraka. Dari 30 software vendor terbaik di Tanah Air, hanya 40 persen yang dikuasai vendor lokal. Lebih lanjut, Djarot memaparkan, masih kurang dari 10 persen anggota Aspiluki yang menggarap pasar aplikasi mass market packet software. Hal itu, ujarnya, disebabkan maraknya pembajakan dan kurangnya apresiasi terhadap piranti lunak. Aspiluki menargetkan, pada 2010 jumlah software vendor akan menjadi 500. Saat ini, kurang lebih ada 200 software house. Mereka juga akan ikut berusaha mengurangi angka pembajakan dari 60-80 persen ke 40-60 persen. Bahkan, ia mengharapkan bisa menjadi hanya 20-30 persen. Selain itu, Aspiluki mencanangkan peningkatan produksi software lokal dari 0,1-0,4 menjadi 0,5-1,5 per 1000 populasi.
( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%