detikinet

Matsushita Bantah Penarikan Baterai Habiskan US$ 1,2 M

Ardhi Suryadhi - detikinet
Senin, 27/08/2007 17:31 WIB

Diagram Mengenali BL-5C (nokia)

Jakarta - Matsushita Electric Industrial (MEI) menepis rumor yang menyebutkan, biaya yang dihabiskan untuk mendanai program penarikan baterai Nokia yang bermasalah bakal mencapai US$ 1,2 miliar ($1 = Rp 9392, sumber: detikcom) Cellular News yang dikuti detikINET, Selasa (28/8/2007) melansir, MEI menegaskan biaya yang nantinya dikeluarkan jauh lebih sedikit dari yang telah diperkirakan para analis sebelumnya, yakni tidak lebih dari 20 miliar yen atau setara dengan US$ 172 juta. Dalam pernyataannya, Nokia dan Matsushita sekaligus menjelaskan bahwa pihak yang akan menanggung seluruh biaya langsung (direct costs) dalam program penarikan baterai BL-5C ini adalah Matsushita. "Nokia dan Matsushita telah mempunyai hubungan bisnis yang panjang dan kedua perusahaan juga akan bekerja sama untuk menangani situasi ini," ujar Masatsugu Kondo, Presiden dari Matsushita Battery. Namun sayangnya, tidak ada komentar terkait siapa yang menanggung biaya tidak langsung (indirect costs), seperti dampak terhadap brand image serta potensi kerugian penjualan yang akan dihasilkan. Sebelumnya, analis Nikko Citigroup Kota Ezawa memperkirakan, biaya yang bakal dihabiskan untuk mendanai penarikan baterai BL-5C yang dapat menimbulkan overheat (panas berlebih) ini mencapai US$ 1,2 miliar. Kalkulasi tersebut didasarkan pada harga satu unit baterai yang mencapai US$ 26, dan menurut perkiraan akan ada 46 juta unit baterai yang akan dikembalikan.
( ash / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%