detikinet

Penarikan Baterai Nokia Bisa Habiskan US$ 1,2 miliar

Ardhi Suryadhi - detikinet
Jumat, 24/08/2007 11:17 WIB

Diagram Mengenali BL-5C (nokia)

Jakarta - Japan Matsushita Electric Industrial kini tengah menghadapi ancaman kerugian (potensial loss) yang sangat besar akibat penarikan baterai ponsel Nokia yang bermasalah. Jumlahnya diprediksi bahkan mencapai US$ 1,2 miliar ($1 = Rp 9407, sumber: detikcom). Menurut Kota Ezawa, analis Nikko Citigroup, kalkulasi tersebut didasarkan pada harga satu unit baterai yang mencapai US$ 26, dan menurut perkiraan akan ada 46 juta unit baterai yang akan dikembalikan. Cellular News yang dikutip detikINET, Jumat (24/8/2007) melansir, jumlah US$ 1,2 miliar itu senilai dengan 28 persen profit yang diprediksi akan didapat Matshushita pada 2008 nanti. Sebelumnya pihak Nokia mengatakan, baterai BL-5C diduga berpotensi menimbulkan overheat (panas berlebih) karena adanya hubungan singkat. Baterai yang diproduksi Matsushita dalam kurun waktu Desember 2005 sampai November 2006 ini dibuat di pabrik Matsushita di kota Zhuhai, Cina bagian selatan. Nokia pun telah memberikan informasi kepada para konsumen untuk mengidentifikasi baterai yang telah menyebabkan sejumlah insiden overheat ini, meskipun mereka mengaku tidak ada korban serius yang dilaporkan.
( ash / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%