detikinet

Esia Juga Jadi Telepon Umum

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Rabu, 18/07/2007 13:43 WIB
Jakarta - PT Bakrie Telecom Tbk. tengah mempersiapkan pembangunan telepon umum berbasis nirkabel sebanyak 500 unit. Pembangunan itu tersebar di area Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Direktur Layanan Korporat PT Bakrie Telecom, Rakhmat Junaidi, mengatakan layanan telepon umum tersebut direncanakan beroperasi mulai Agustus 2007. "Saat ini kami sedang mengkustomisasi, kami masih mencari lokasi yang strategis untuk penempatannya," ujar Rakhmat di sela-sela 'Public Expose Penawaran Obligasi Bakrie Telecom' di Hotel InterContinental, Jakarta, Rabu (18/7/2007). Tahap kedua pembangunan telepon umum, ujar Rakhmat, akan dilakukan lewat kemitraan dengan pengusaha kecil. Misalnya, ujar Rakhmat, dengan warung-warung rokok untuk penempatan telepon umum. Investasi untuk pembangunan telepon umum tersebut, ujar Rakhmat, masuk dalam anggaran belanja modal 2007. Namun ia enggan menyebut persisnya berapa persen alokasi capital expenditure (capex) untuk telepon umum. "Nggak mahal, kok," tukasnya. Dalam acara tersebut Bakrie menawarkan obligasi pada masyarakat umum. Penawaran obligasi itu dilakukan mulai kuartal ketiga 2007 dengan nilai awal Rp 500 miliar. Penawaran obligasi ini merupakan langkah korporasi Bakrie Telecom untuk mewujudkan target memenuhi Capex 2007 sebesar US$ 220 juta.
( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%