detikinet

Meski Lisensi Nasional, Bakrie Telecom Tetap Realistis

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Rabu, 18/07/2007 11:01 WIB
Jakarta - Meski telah mengantungi lisensi nasional, namun operator telepon tetap nirkabel Bakrie Telecom (BTEL) menyatakan masih akan fokus mengejar pelanggan baru di Jakarta, Jawa Barat dan Banten. "Kami memang agresif dan serius dalam menggarap kota-kota baru. Namun kami pun harus realistis dalam mewujudkan target kami. Untuk itu fokus pertumbuhan pelanggan tetap berbasis pada daerah layanan BTEL selama ini di Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Sambil tentunya secara bertahap mengembangkan layanan secara nasional," tutur Erik Meijer, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/7/2007). Seiring diperolehnya lisensi nasional pada akhir 2006 lalu, BTEL menargetkan pelanggannya di akhir 2007 menjadi 3,6 juta dari 1,5 juta. Dengan lisensi baru tersebut, penyedia layanan Esia, Wifone dan Wimode itu menargetkan tambahan 2,1 juta pelanggan di mana 500 ribu di antaranya berasal dari 17 kota baru yang rencananya akan dibuka mulai semester II 2007 ini. Erik mengatakan, hingga akhir Juni 2007 jumlah pelanggannya telah mencapai 2,246 juta. Artinya, BTEL masih harus mengejar sekitar 1,354 juta pelanggan lagi hingga akhir tahun, termasuk di kota-kota baru. Direktur Keuangan PT Bakrie Telecom Tbk, Jastiro Abi, menegaskan, fokus perusahaan saat ini adalah memperluas jaringan nasional. Fokus itu, katanya, merupakan realisasi dari impian perusahaan selama ini untuk bisa mengembangkan layanan ke seluruh pelosok nusantara. "Karena itu sumber dana yang didapatkan, baik melalui pinjaman, vendor financing atau pun obligasi akan digunakan betul untuk mewujudkan impian tersebut," ujar dia. Setelah mendapatkan pinjaman sindikasi senilai US$ 145 juta dari lembaga keuangan asing yang dikoordinir oleh Credit Suisse Bank selaku lead arranger, menurut Abi, BTEL langsung memanfaatkannya untuk melakukan refinancing kewajiban keuangannya pada lembaga perbankan nasional dan belanja modal di 2007 ini. Dari pinjaman tersebut, BTEL telah melakukan penarikan dana sebesar US$ 50 juta. Sementara itu, masih kata Abi, BTEL juga sudah mulai menggunakan sebagian dari fasilitas vendor financing yang diperolehnya dari salah satu vendor perangkat telekomunikasi. Plafon senilai US$ 125 juta tersebut dapat digunakan selama setahun. "Dengan fasilitas ini berarti BTEL akan mendapatkan skema pembiayaan untuk pembayaran pembelian infrastruktur tersebut selama 5 tahun," papar Abi.
( rou / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%