detikinet

BSA: Mahal Bukan Alasan Pakai Bajakan

Ardhi Suryadhi - detikinet
Rabu, 16/05/2007 10:16 WIB

Donny A. Sheyoputra (ash/inet)

Jakarta - Sebagian besar orang mungkin beralasan, 'terpaksa' menggunakan software bajakan karena mahalnya harga untuk membeli lisensi asli. Namun, faktor harga ternyata dianggap bukan menjadi parameter terjadinya pembajakan. Hal itu diungkapkan Donny A. Sheyoputra, representatif BSA Indonesia, kepada beberapa wartawan di Sampoerna Strategic Tower Jakarta, Selasa petang (15/5/2007). Menurutnya, pembajakan di Indonesia terjadi bukan karena faktor harga melainkan dari kesadaran atas menghargai Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) yang masih rendah. "Contohnya, DVD original sudah ada yang harganya Rp 15.000-an dan itu sudah bagus punya, tetapi tetap saja masih dibajak, Harga tidak bisa dijadikan parameter dan tidak bisa dijadikan alasan untuk melakukan pembajakan" sesalnya. Dalam kesempatan lain ia mencontohkan, ketika di Indonesia marak beredar VCD porno yang 'dibintangi' dua mahasiswa, harga VCD tersebut dapat mencapai Rp 100.000-an di pasaran. "Dengan harga itu orang banyak yang nyari lho, tetapi sekarang dengan harga Rp 5.000 pun belum ada yang mau karena sudah tidak jamannya lagi," tutur Donny. Jadi dengan melihat banyak orang yang mencari VCD porno bajakan yang Rp 100.000 itu tergambar kemampuan atau daya beli pasar. "Jadi kesimpulannya, mereka mampu beli. Mahal pun dikejar padahal bajakan," tandasnya.
( ash / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    iPad Generasi Terbaru Memuaskan?

    Setelah sekian lama dinanti, Apple akhirnya memperkenalkan iPad generasi terbaru. Bentuk perangkat ini memang tidak berubah dibanding iPad 2. Namun dari sisi fitur, new iPad cukup memuaskan. Menurut Anda?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%