detikinet

Software Suite Nokia Jadikan Komputer Rentan Diobok-obok

Lathiefa Nur Ilma - detikinet
Jumat, 11/05/2007 11:30 WIB
Jakarta - Software Suite Nokia, yang menjadi perantara antara ponsel Nokia dengan komputer, disinyalir mengandung lubang keamanan. Celah ini memungkinkan hacker jahat atau penyusup mengambil alih komputer. Menurut perusahaan keamanan Secunia, celah ini bisa dieksploitasi melalui serangan Denial of Service (DoS) atau secara teknik serangan cross-site scripting. Dikutip detikINET dari Softpedia.com, Jumat (11/5/2007), celah ini mendera Software Suite Nokia versi 6.4.31.2, 6.6.0.107 dan 6.6.2.2, namun tidak menutup kemungkinan versi lain dapat terkena serangan. Dijelaskan Secunia, pengecekan autentikasi yang tidak ada dalam beberapa script ASP (seperti userList.asp, userStatusList.asp) juga dapat dieksploitasi dan dimodifikasi oleh black hacker untuk mendapatkan informasi pengguna atau bahkan menon-aktifkan account pengguna. Walaupun hingga kini belum ada solusi resmi untuk menghindari eksploitasi tersebut, Secunia mengimbau para pengguna untuk selalu memperbaharui solusi keamanan yang dikeluarkan oleh Nokia. Beberapa waktu terakhir ini, keamanan komputer makin terancam dengan ditemukannya sejumlah celah keamanan yang ada dalam aplikasi komputer. Contohnya, celah keamanan yang ditemukan pada pemutar audio, MP3 dan perangkat kompresi Winzip.
( lni / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%