detikinet

Paket Software Rp 27 Ribu Microsoft Dipertanyakan

Lathiefa Nur Ilma - detikinet
Rabu, 02/05/2007 16:15 WIB
Jakarta - Beberapa waktu lalu, Microsoft mengumumkan pembagian paket software murah seharga US$ 3 atau sekitar Rp 27 ribu. Software ini diklaim untuk membantu mencegah 'buta' teknologi di negara berkembang. Namun langkah tersebut dinilai hanya sebagai solusi yang tak lengkap. Tony Roberts, CEO Computer Aid International, yang mengklaim organisasi tersebut sebagai organisasi non profit paling besar dan berpengalaman di dunia, menilai inisiatif Microsoft hanya sebagai solusi tidak lengkap. "Kami menyambut baik segala inisiatif untuk membantu menyediakan akses ICT (Information Communication Technology) di negara berkembang dengan menyediakan paket software seharga US$ 3. Namun kemudian muncul pertanyaan, dari mana asal hardware yang akan digunakan untuk software tersebut?" ujar Roberts seperti dikutip detikINET dari ITWire, Rabu (2/5/2007). Dimatanya, tanpa kelengkapan hardware, maka bantuan itu seperti hanya memberikan bantuan ban dan bukan traktor sekaligus. Baru-baru ini, harga komputer baru di negara berkembang sekitar 600 poundsterling atau sekitar Rp 10,85 juta (1 poundsterling = Rp 18.086 sumber: Yahoo Finance). Angka ini, menurut Robert, melebihi pendapatan rata-rata tahunan per orang di negara-negara seperti Malawi yang hanya berpenghasilan sekitar 300 poundsterling atau sekitar Rp 5,42 juta dan Zambia yang berpenghasilan 500 poundsterling atau sekitar Rp 9 juta. "Karena harga komputer baru kadang melebihi anggaran sekolah, maka biasanya sekolah akan mengandalkan organisasi non profit untuk menyediakan hardware yang mereka butuhkan," ujar Roberts. "Hal penting bahwa kelebihan komponen ICT di negara kaya dapat disalurkan untuk negara berkembang, hal itu terjadi jika ketidaksetaraan global dapat dikurangi," tambahnya. Namun, menurut Robert, sekolah seharusnya sudah dapat memilih software apa yang dapat mereka jalankan di dalam komputer daur ulang yang mereka terima. "Paket software Microsoft adalah bagian dari solusi. Namun tetap ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan persentase jumlah komputer yang dapat didermakan. Saat ini terdapat 2 juta komputer terpakai yang akan segera 'dipensiunkan' oleh berbagai perusahaan dan didonasikan untuk badan amal. Namun hanya ada 5 persen yang benar-benar didonasikan untuk alasan amal," ujar Roberts.
( lni / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%