Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Wawancara Eksklusif Kemal Stamboel (1)
'Indonesia Tidak Hanya Pembajak Software'
Senin, 20/11/2006 18:53 WIB

Jakarta - Kemal Stamboel, Wakil Ketua Harian Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (DeTIKNas) meluangkan waktunya untuk diwawancarai detikINET. Ditemui di kediamannya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (20/11/2006), Kemal banyak bicara soal visi dan misinya dalam mengoptimalkan pemanfaatan TIK di tanah air, terkait posisinya di Dewan TIK Nasional.
Kemal banyak menyoroti pengimplementasian software open source (sumber terbuka) dan software proprietary (sumber tertutup), dalam perannya menekan pembajakan dan mewujudkan masyarakat berbasis pengetahuan. Berikut petikan wawancaranya:
Bagaimana tanggapan bapak tentang tingginya angka pembajakan di Indonesia?
Selama ini kita sering dipojokkan sebagai negara dengan angka pembajakan yang tinggi. Dilihat dari angka hasil risetnya memang iya. Tapi masalah terbesarnya bukan itu. Penting bagi kita untuk punya gambaran tentang berapa besar belanja ICT kita. Angkanya pasti besar. Perusahaan-perusahaan besar di sini pasti punya anggaran yang besar untuk ICT.
Akan salah sekali kalau Indonesia dipersepsikan hanya sebagai negara pembajak lisensi. Karena penggunaan ICT kita besar. Tapi itu tidak pernah ditonjolkan. Kita pantas berbangga, karena ada bagian dari industri kita yang sudah mengikuti standar licensing yang benar, sesuai standar internasional.
Kita Terlepas dari priority watch list negara-negara pembajak. Tanggapan bapak?
Kita bersyukur sudah terlepas dari priority watch list. Tapi apa itu membuat kita senang? Sementara Iya, karena itu meningkatkan kedudukan kita dibandingkan negara lain menjadi lebih baik. Ini sebuah langkah. Sekarang tinggal bagaimana membuat diri kita lebih pintar dalam memanfaatkan teknologi.
Apa strategi DeTIKNas dalam menyikapi pembajakan?
Perusahaan-perusahaan software proprietary ada di sini untuk berbisnis. Kita juga bisa bicara bisnis. Kalau mereka ingin dipakai di sini, harusnya harganya bisa tidak setinggi itu, tapi harus lebih rendah.
Di sisi lain, kita juga punya Open Source. Kita seharusnya dengan bangga dan dengan percaya diri mulai membangun local based solutions. Kita sepakat dan akan meneruskan IGOS karena kita anggap itu sebuah proses untuk membangun kemampuan jangka panjang kita. Tapi kita tidak akan berleha-leha untuk sekadar menggantungkan harapan kita di satu solusi.
Kalau kita bilang kita tidak mau pakai proprietary, dan akan membuat sendiri apa yang kita perlukan, maka menurut saya ini tidak smart. Saya tidak mengatakan ini bodoh, hanya saja tidak pintar. Pintar dalam arti pemanfaatan teknologi. Misalnya Microsoft, mereka sudah menginvestasikan miliaran dolar untuk riset. Sayang, kalau hasil risetnya tidak kita manfaatkan dengan optimal.
Jadi DeTIKNas akan mendorong yang mana?
Dewan akan mendorong dua-duanya dalam level yang sama. Dengan IGOS, kita sudah menetapkan posisi kita dalam Open Source. Tapi kita perlu perhatikan soal delivery, statusnya dan perkembangannya. Kita perlu sadari, kunci pengembangan IGOS ada pada delivery.
Pengembangan Open Source itu bagus, tapi kita harus mengerti kompleksitas, kedalaman skill dan kompetensi yang perlu dimasukkan dalam solusi ini. Di satu sisi mereka (kelompok proprietary) menginvestasikan miliaran dolar dalam riset, tapi untuk Open Source, kita bisa menginvestasikan seratus juta dolar saja kita sudah senang. Pasti berbeda hasilnya.
Di Open Source kita memiliki orang-orang dengan idealisme tinggi, motivasi tinggi, mereka tahu kalau mereka pintar. Tapi tidak bisa bahwa seolah-olah Open Source harus bisa diterima semua pihak, yang mengharapkan kemudahan teknologi, ketersediaan dan support. Akibat pembangunan masyarakat berbasis pengetahuan, masyarakat menjadi makin pintar, lalu mereka meminta lebih. Kita tidak bisa memberi solusi yang tidak sempurna ke masyarakat.
Kelompok proprietary juga punya kewajiban, yaitu membangun masyarakat yang lebih pintar dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi yang mereka kembangkan, yang sudah kita bayar melalui lisensi.
Peran DeTIKNas dalam membantu proses delivery?
Sekarang masalahnya adalah memberi wadah supaya mereka bisa berkembang. Kita punya menterinya, kita tentunya punya anggaran. Apakah anggarannya sudah digunakan dengan benar untuk mengejar ini? Apakah dananya cukup? Kalau kurang, kita cari cara lain. Tapi bagi komunitas, mereka harus lari lebih cepat dalam pemanfaatan teknologi. Caranya? dengan memanfaatkan apa yang sudah ada.
Terhadap perusahaan proprietary, kita punya tuntutan agar mereka investasi sebanyak mungkin di Indonesia untuk membangun kapasitas dan dapat kita manfaatkan sebaik mungkin. Jika kita ingin mengoptimalisasi model proprietary, saya yakin ada konvergensi dan ada pergerakan dari proprietary ke Open Source. Artinya knowledge dari proprietary akan diserap ke Open Source. Daripada kita "memulai" sesuatu dari awal, itu perlu waktu, dan sulit berkompetisi dengan proprietary yang punya dana riset miliaran dolar.
Di kalangan komunitas, ada pandangan bahwa kita akan cenderung tergantung pada bangsa lain jika memakai produk proprietary. Menurut Anda?
Sejujurnya, saya melihat itu tidak ada kaitannya. Dalam kenyataannya, mengemas teknologi dalam format yang mengandalkan emosi itu tidak baik. Teknologi adalah soal rasional, tidak ada kaitannya dengan aspek emosional. Peran teknologi adalah untuk memecahkan masalah. Jadi teknologi apapun yang mampu meringankan masalah akan mendapat perhatian. Sesederhana itu. Itu yang masyarakat lihat. Masalah ketergantungan, menurut saya harus diukur dengan realitas. Saya pikir kita tidak mungkin independen dengan produk proprietary, karena mereka sudah lebih dulu mulai.
Kita harus berpikir rasional saja, dan mengurangi emosional. Open Source atau proprietary baiknya jalan beriringan sebagai alternatif solusi. Tapi cara memandangnya bukan seperti memandang agama. Sekali pake Linux misalnya, yang lain jadi tidak berarti. Saya kira kita harus lebih balance. Jika kita bisa menemukan teknologi yang bisa memberi harga lebih murah, lebih reliable dan memberi solusi dengan cepat, maka itu yang kita pakai. Tapi kita tidak pernah pilih solusi karena solusi itu dapat meningkatkan kebanggaan kita sebagai bangsa. Saya rasa, realitasnya tidak begitu.
Yang penting sudah saatnya kita tonjolkan delivery result, dan jangan takut menjualnya. Di basis Open Source, kalau tidak punya commercial outcome, maka tidak pernah jalan. Teknologi adalah suatu komoditas yang bisa menghasilkan nilai. Dan nilai berarti uang.
( nks / nks )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
( nks / nks )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Berita Terbaru
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 16:20 WIB
Duh, Gampangnya Beli Ijazah Palsu di Internet
-
Selasa, 22/05/2012 13:25 WIB
Polisi Bongkar Pembuat Ijazah Palsu di www.ijazahaspal.com
-
Senin, 21/05/2012 12:49 WIB
Samsung Rayu Apple dengan Lisensi Silang
-
Minggu, 20/05/2012 11:08 WIB
Langgar Paten Microsoft, Ponsel Motorola Dicekal
-
Kamis, 17/05/2012 17:16 WIB
Kalah dari Apple, HTC Tunda Kapalkan Smartphone
-
Rabu, 16/05/2012 19:15 WIB
Polisi Gerebek Gudang Perakitan BlackBerry Ilegal di Pekanbaru
-
Rabu, 16/05/2012 14:10 WIB
Galaxy Tab Dicekal, Samsung: Klaim Apple Tak Berdasar!
-
Rabu, 16/05/2012 12:06 WIB
Wah! Apple Diizinkan Blokir Galaxy Tab
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
202 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)


