detikinet

Polisi Jepang Ciduk Hacker Cilik

Oktoria Yulius Darmawan - detikinet
Rabu, 27/09/2006 11:18 WIB

ilustrasi (ist.)

Jakarta - Gara-gara mengutak-atik dan menjahili sebuah situs yang menjual aksesoris, seorang gadis berumur 12 tahun terpaksa diciduk kepolisian Jepang. Kepolisian Jepang sendiri sengaja menyembunyikan nama si pelaku. Lalu kenapa gadis tersebut nekat mengutak-atik situs yang dikelola wanita berumur 24 tahun? Sebelumnya gadis ini membeli aksesoris dalam situs tersebut secara online, tetapi kemudian dirinya kecewa dengan transaksi yang dilakukan dan melaporkan masalah tersebut pada operator situs. Rupanya operator ini, meresponnya dengan menempatkan nama gadis tersebut dalam daftar hitam konsumen. Celakanya setiap pengunjung situs dapat melihat black list ini. Kecewa karena dirinya masuk dalam daftar hitam, gadis ini kemudian menyusup ke dalam situs untuk menghapus namanya dari daftar tersebut. Dalam situs tersebut dirinya juga menambahkan kata-kata cacian untuk sang operator. Lalu bagaimana cara gadis cilik ini masuk ke dalam situs? Menurut pengakuannya, dirinya hanya mencoba menebak user dan password yang digunakan operator. Pihak kepolisian sendiri mengakui pertumbuhan jumlah hacker terus meningkat tiap tahunnya. Tetapi menurut mereka, sangat jarang ada anak berumur 12 tahun yang diciduk polisi. Demikian dikutip detikINET dari Mainichi MSN Jepang, Rabu (27/09/2006). (oyd)
( dwn / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%