detikinet

javaOndetik

Kekuatan Platform, Kopi Kiloan dan TI

Penulis: Frans Thamura - detikinet
Kamis, 27/07/2006 10:25 WIB

javaONdetik

javaOndetik - Platform adalah sebuah kata yang sekarang menjadi trend di dunia. Contoh paling gres dari implementasi platform adalah kopi kiloan, Nescafe, dan paling mendapat sorotan adalah Star Buck. Kopi kiloan memungkinkan pihak lain membuka usaha kedai kopi dengan merek mereka. Ini berarti kopi kiloan adalah platform pengembangan kedai kopi, Nescafe merupakan juga hasil dari platform kopi, sedangkan Star Buck adalah juga hasil dari platform kopi, tetapi Nescafe yang diproduksi Nestle, dijual dalam kemasan, sedangkan Star Buck digabungkan dengan life style. Malah terjadi cross selling antara Star Buck dengan Bank Niaga menghasilkan banking cofee. Ini adalah contoh kekuatan platform. Bilamana kita berhasil mengembangkan sebuah platform, dan membuat pihak lain dapat hidup diatasnya, berarti Anda telah berhasil mengembangkan sebuah platform baru. Dari kasus ini, apakah kita dapat melihat perang antara produsen kopi kiloan, Nescafe dan Star Buck terjadi? Yah terjadi. Di dunia digital, platform yang paling populer dimuka bumi ini adalah Internet, yang dapat dikatakan merupakan keajaiban dunia ke-8, dimana sebelumnya platform paling hot adalah Windows dari Microsoft. Perang Internet dengan Windows sedang terjadi, tetapi kita tahu Windows terhubung dengan baik dengan pemakai lainnya menggunakan media Internet. Maklum Internet dan Windows berusaha bersaing memasuki semua pikiran kita semua, bahwa media hidup kita sebaiknya menggunakan Windows bagi para marketer Windows, padahal hal ini juga dilakukan Internet. Sebenarnya ada satu perusahaan yang dianggap momentum kebangkitan dotcom yang hancur tahun 2000-an, yaitu Google. Gara-gara Google, divisi Windows dan MSN akhirnya dimerge menjadi satu, dan produk teranyarnya adalah Windows Live. Coba tebak, Windows Life dan Windows itu produk yang sama atau tidak, mengapa menggunakan nama yang sama? Jadi apa itu platform. Sebenarnya ada yang menarik lagi, yaitu Java buatan Sun, Java sebenarnya adalah juga sebuah platform, yang menarik Java memposisikan diri satu layer diatas sistem operasi seperti Windows atau Linux, yang memungkinkan kita mengembangkan solusi Java. Malah dengan masuknya Azul, mengeluarkan chip Java yang konon akan komptible dengan Java 1.5, membuat Java secara tidak langsung merupakan satu layer dibawah Windows atau Linux. Posisi ini membuat Java dianggap platform paling hot diabad milenium ini, sampai Sun sendiri berani mengatakan Java is the most hottest brand and Java is not technology but brand. Java menjadi salah satu teknologi pilihan rekan-rekan kita dari Google, jadi kita dapat berhubungan dengan Google menggunakan Java, sudah coba Google Web Toolkit terbaru, teknologi ini memperlukan Java. Kita kaji ke Microsoft, sudah pernah dengar .NET Framework, teknologi mirip Java yang berjalan hanya di sistem operasi Windows. Mengapa disebut Framework bukan .NET Platform, karena secara marketing the real platform dari Microsoft adalah Windows. .NET adalah bagian dari Windows. Jadi dengan hadirnya Windows Vista, apakah kita dapat mengatakan Java bersaing dengan Windows? Yah, tentu saja, karena Java dan Windows adalah platform. Bagaimana dengan Google vs Windows (Live). Apakah Google adalah saingan Java? Tidak juga. Tetapi kita dapat membuat saingan Google dengan Java, contoh realnya diantaranya Amazon dan Ebay. Nah disini kita melihat kekuatan dari Java, Java dapat menghasilkan platform lain, dan kita dapat memiliki platform ini secara tuntas, pendekatan ini sebenarnya dapat ditemukan di dunia Linux, yang hadir dengan berpuluh-puluh distro, seperti Knoppix, Ubuntu ataupun IGOS Desktop yang merupakan turunan dari JDS, dimana JDS adalah turunan dari SuSE. Tetapi ingat Java dapat berjalan diatas Linux juga, jadi dapat dikatakan Java merupakan bagian dari Linux. Bilamana kita cermati lebih dalam, posisi ini membuat Java yang merupakan teknologi pengembangan yang menggunakan bahasa Java, adalah terlalu sangat strategis. Apalagi bilamana kita bandingkan dengan Eclipse yang semula datang sebagai IDE untuk mengembangkan bahasa Java, menjadi sebuah platform yang paling heboh didunia Java. Malah desas desus mengatakan Eclipse ini akan menjadi the next JCP (Java Community Process), maklum anggotanya sudah 100 perusahaan. Terasa kan kekuatan Java. Java mendapatkan posisi ini dikarenakan Java secara core platform bernilai US$ 0, alias gratis, malah kedepannya selain gratis juga Open Source, artinya Java adalah milik kita, terima kasih kepada Sun Microsystems yang mentransformasikan sebuah teknologi dari milik Sun menjadi seperti ini. Coba apa yang terjadi bilamana mengembangkan menggunakan teknologi propietary, hal ini tidak akan pernah terjadi, karena pemilik teknologi dasar yang menjadi platform bukan milik pengembangnya. Berani bersaing dengan platform lain, dengan mengembangkan platform baru tersebut dengan Java? *) Penulis, Frans Thamura, adalah CEO Meruvian dan Intercitra Prima Integrasi, dua institusi bidang pelatihan serta pengembangan teknologi Java dan OSS. Penulis dapat dihubungi melalui e-mail frans[at]meruvian.com
Tulisan ini adalah bagian dari program "javaONdetik", kerjasama antara Java User Group - Indonesia dan detikINET. Bagi Anda yang ingin menyumbang artikel tentang teknologi JAVA, kirimkan tulisan Anda dalam format .rtf dengan panjang antara 8 ribu - 12 ribu karakter ke e-mail artikel[at]javaondetik.com. Jangan lupa cantumkan data diri selengkapnya, karena bagi tulisan yang dimuat akan mendapatkan merchandise dari program ini.


( dbu )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%