http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Kilas Balik 2005

Kisruh Tak Berujung Organisasi Internet

Wicaksono Hidayat - detikinet
Jumat, 30/12/2005 15:53 WIB
http://us.images.detik.com/content/2005/12/30/399/pusingdeh.jpg Ilustrasi (diolah)
Jakarta - Sebuah catatan yang kurang membanggakan agaknya telah ditorehkan organisasi internet Indonesia di 2005. Kisruh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), induk Internet Service Provider (ISP) Indonesia, lebih menonjol daripada prestasinya. Kisruh pertama adalah soal akhiran nama domain .id. Country code top level domain name (ccTLD) khas Indonesia ini sebelumnya dikelola oleh lembaga bernama IDNIC (Indonesia Network Information Centre). Namun APJII kemudian mencabut nama IDNIC dari lembaga tersebut. Lembaga eks IDNIC pun mengambil nama ccTLD-ID. Puncak selisih soal pengelolaan .id terjadi pasca Musyawarah Nasional (Munas) APJII bulan Mei 2005. Pada Juli 2005 terjadi konflik antara APJII dan ccTLD-ID yang berakhir dengan diserahkannya pengelolaan nama domain .id ke pemerintah. Masalah domain bukan satu-satunya kisruh yang mencoreng wajah organisasi internet di Indonesia. Sekitar September 2005 terjadi kisruh soal Indonesia Internet Exchange (IIX). IIX adalah pusat interkoneksi antara berbagai ISP di Indonesia. Proyek gotong royong antar ISP di Indonesia itu dilakukan demi memotong biaya koneksi ke luar negeri yang memberatkan ISP. Lewat IIX, koneksi antar ISP di dalam negeri tak perlu 'melanglang-buana' lewat jalur internasional. Kisruh soal IIX terjadi antara APJII dengan PT Internetindo Data Centra (IDC). PT IDC merupakan pihak yang sebelumnya bekerjasama dengan APJII untuk mengelola IIX. Saat konflik terjadi, APJII memutuskan untuk memindah IIX secara fisik. Konflik soal IIX ini berujung pada didirikannya sebuah IIX alternatif yang dikelola IDC. Menurut sumber detikinet, IIX alternatif yang mengambil nama Open Internet Exchange Point (Open IXP) justru lebih 'laku' daripada IIX resmi APJII. Dua konflik besar tersebut mendominasi sepak terjang APJII di 2005. Bahkan di dalam tubuh APJII sendiri konflik tersebut mencoreng wajah pengurusnya. Tak aneh bila kemudian muncul wacana Munas Luar Biasa (Munaslub). Forum itu dianggap yang paling cocok untuk melakukan konsolidasi ulang bagi APJII. Bahkan timbul juga wacana perubahan pengurus APJII melalui mekanisme Munaslub. Hingga akhir 2005, kabar resmi mengenai kepastian adanya Munaslub APJII belum muncul. Meski santer beredar isu bahwa Munaslub akan digelar tahun 2006. Sekjen APJII, Teddy A. Purwadi, menolak untuk berkomentar. (wsh)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Permen Situs Negatif, Menurut Anda?

Pro kontra Permen Kominfo no 19 Tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif terus mengemuka. Lantas bagaimana dengan Anda terkait kehadiran Permen yang mengatur tata cara pelaporan situs yang masuk daftar hitam sensor Trust+ Positif ini?
Pro
31%
Kontra
69%


Must Read close