http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Termasuk Indonesia

20 Universitas Luncurkan Platform Belajar Jarak Jauh

ketepi - detikinet
Senin, 21/11/2005 10:43 WIB
http://us.images.detik.com/content/2005/11/21/317/distance150.jpg Ilustrasi
Jakarta - Dua puluh universitas dari 11 negara di Asia, meluncurkan platform Distance Learning (pembelajaran jarak jauh) generasi terbaru, yang pertama di dunia menggunakan teknologi multicast IPv6. Dari 20 universitas tersebut, Indonesia diwakili Institut Teknologi Bandung (ITB), bersama dengan 19 universitas lain dari 11 negara di Asia. Hal itu disampaikan oleh Kepala Riset dan Pusat Sumber Daya Informasi (PSDI), ITB Armein Z.R. Langi, dalam keterangan tertulis kepada detikinet Senin, (21/11/2005). Proyek itu mengembangkan teknologi dan perkuliahan jarak jauh yang unik melalui Internet satelit, yang telah dimulai sejak proyek Asian Internet Interconnection Initiatives (AI3) di tahun 1996. Penggunaan teknologi Internet IPv6 yang terbaru mulai diperkenalkan sejak dua tahun lalu dalam jaringan AI3. Sejak Rabu (16/11/2005), seluruh infrastruktur universitas-universitas itu dikatakan telah menggunakan IPv6. Keduapuluh universitas ini tergabung dalam proyek School of Internet (SoI) Asia. Selain Indonesia, negara yang berpartisipasi termasuk Jepang, Thailand, Laos, Myanmar, Filipina, Malaysia, Vietnam, Kamboja, Bangladesh, Mongolia, dan Nepal. ITB termasuk institusi pertama di Asia yang menjadi anggota AI3 di tahun 1996. Selain ITB, universitas di Indonesia yang berkolaborasi dalam program SoI/AI3 ini adalah Universitas Brawijaya, Universitas Hasanudin, Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Syiah Kuala. Universitas-universitas yang jadi anggota, saling berbagi pengetahuan dan tenaga pengajar untuk keperluan mahasiswa-mahasiswa di 20 universitas ini. Distance Learning dilaksanakan melalui perkuliahan, seminar, workshops, dan event khusus, baik secara real-time (langsung), maupun secara archived (terekam). Mahasiswa ITB dikatakan dapat memanfaatkan perkuliahan ini untuk memperoleh kredit program studi. Platform unik SoI saat ini menggunakan teknologi multicast, IPv6 dan Uni-Directional Link Routing (UDLR), dan merupakan yang pertama beroperasi di dunia untuk keperluan pembelajaran jarak jauh. Kombinasi teknologi ini memungkinkan keuntungan teknologi Internet dipadukan dengan keluasan daya jangkau satelit. Selain itu, infrastruktur satelit mudah digelar dan ini lebih aman terhadap gangguan bencana. Oleh sebab itu, sejak akhir Oktober tim PSDI ITB berhasil membantu menginstalasi sistem ini dengan cepat, di Universitas Syiah Kuala Nanggroe Aceh Darussalam. PSDI ITB telah melatih mahasiswa-mahasiswa ITB sebagai operator teknis yang sanggup mengoperasikan platform ini. Saat ini beberapa operator ITB dari Computer Network Research Group (CNRG)ini sedang disiapkan untuk mengikuti internship di pusat pengendalian operasi di Jepang, yang memungkinkan ITB mengambil alih operasi seluruh jaringan Asia bila terjadi situasi darurat. Awal tahun 2006, ITB dan Unsyiah akan melakukan trial kuliah SoI dalam bahasa Indonesia. Sebagai salah satu institusi pertama yang ikut merintis AI3, ITB mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah pertemuan 10 tahun AI3/SoI Oktober 2006 mendatang. (ketepi)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Permen Situs Negatif, Menurut Anda?

Pro kontra Permen Kominfo no 19 Tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif terus mengemuka. Lantas bagaimana dengan Anda terkait kehadiran Permen yang mengatur tata cara pelaporan situs yang masuk daftar hitam sensor Trust+ Positif ini?
Pro
22%
Kontra
78%


Must Read close