Selasa, 15 Mar 2005 14:28 WIB

Berakibat Kehilangan Kaki

Korban Ponsel Meledak Tuntut Nokia

- detikInet
Jakarta - Gara-gara ponsel Nokia 3310-nya meledak seorang pria terpaksa kehilangan bagian tubuhnya. Ia akhirnya menuntut biaya ganti rugi 1 juta Baht (Rp 244 juta) dari Nokia.Pria tersebut bernama Prasit Sriseeluang, seorang pekerja pengelasan di Thailand. Ia mengajukan tuntutannya melalui Lembaga Perlindungan Konsumen di negeri gajah putih itu. Seperti diberitakan harian lokal Thailand, The National, Selasa (15/03/2005), tuntutan itu diajukan Jumat pekan lalu. Tuntutan itu menyebutkan, tanggal 12 Maret 2004 Prasit sedang bekerja dekat tiang listrik tegangan tinggi saat ponselnya berbunyi. Ponsel tersebut kemudian meledak. Ledakan itu bukan hanya menyebabkan luka bakar pada Prasit, kaki kanan dan semua jari kaki di kaki kiri Prasit juga terpaksa diamputasi. Tangan kanan Prasit juga menjadi lumpuh setelah kejadian tersebut.Lembaga konsumen di Thailand menyimpulkan adanya cacat pada bagian ponsel Nokia sehingga hal itu terjadi. Hal ini disetujui juga oleh Kantor Kejaksaan Agung yang mengajukan kasus ini persis satu hari sebelum tuntutan itu akan menjadi kadaluwarsa.Prasit, menurut juru bicara kejaksaan Sirisak Tiyaphan, mengajukan nilai kerugian sebesar 1 juta baht (kurang lebih Rp 244 juta). Ditambah bunga tahunan 7,5 persen.Perwakilan Nokia di Thailand dikabarkan menolak untuk bertanggungjawab atas kejadian tersebut. "Nokia bersikeras bahwa insiden itu bukan kesalahannya dan tidak terjadi karena cacat pada ponsel mereka dan bukan pula karena digunakan dekat tiang listrik tegangan tinggi," papar Rassamee Witthaves, sekjen lembaga konsumen setempat.Namun menurut Rassamee, konsultasi lembaga konsumen dengan institusi pendidikan setempat menunjukkan hal yang berbeda. "Kami ingin membuktikan bahwa penggunaan ponsel dekat tiang listrik tegangan tinggi meningkatkan risiko ledakan. Jika terbukti, kami akan mewajibkan semua produsen ponsel untuk mencantumkan peringatan akan hal itu dalam manual ponsel mereka," tuturnya.Beberapa kasus ponsel meledak juga pernah terjadi di tempat lain. Kebanyakan ledakan bersumber dari baterai. Nokia mengantisipasi hal ini dengan mencantumkan hologram pada baterai asli. Menurut perusahaan asal Finlandia ini, ponsel yang meledak disebabkan penggunaan baterai palsu.(foto: Nokia 3310. fotografer: detikinet.com) (wsh/)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed