BERITA TERBARU
Selasa, 09 Jan 2018 14:24 WIB

Twitter Paling Banyak Dilaporkan Soal Konten Negatif

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi. Foto: Ari Saputra Ilustrasi. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Sepanjang tahun 2017, Twitter merupakan media sosial paling banyak dilaporkan oleh masyarakat yang menemukan konten negatif di platform-nya. Laporan tersebut diterima oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)

Berdasar catatan Kominfo, ada peningkatan jumlah laporan netizen terkait konten-konten negatif di Twitter dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2016, aduan yang berhubungan dengan media sosial berlogo burung ini 3.211 aduan, maka pada 2017 meningkat drastis mencapai 521.530 aduan.

Faktor lonjakan angka laporan di Twitter ini terjadi pada Agustus 2017, di mana saat itu Kominfo menerima 521.350 aduan. Sehingga, pengaduan netizen terhadap Twitter dibandingkan media sosialnya sepanjang tahun 2017 jaraknya cukup jauh.

Di urutan kedua, Kominfo menggabungkan Facebook dan Instagram yang keduanya total mencapai 857 aduan di tahun kemarin. Posisi selanjutnya diduduki oleh YouTube dan Google 163 aduan, Telegram 112 aduan, BBM 5 aduan, dan Line 1 aduan.

Pengaduan konten di media sosial yang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, menurut Kominfo karena masyarakat semakin sadar untuk memerangi konten negatif yang menyebar di jejaring sosial. Untuk itu, Kominfo juga berharap peran Twitter dan lainnya dapat mengatasi persoalan tersebut di kemudian hari.

"OTT (layanan Over The Top) harus siap bekerjasama dalam penanganan konten negatif dan harus responsif," ujar Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza kepada detikINET, Selasa (9/1/2018).

Jumlah Pemblokiran di 2017

Selain media sosial, Kominfo juga melaporkan jumlah situs yang diblokir dalam kurun waktu setahun kemarin. Berbeda dengan situasi di media sosial, yang jumlah aduannya meningkat, justru pemblokiran ini tidak mengalami peningkatan berarti dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2016, laporan database Trust+ mencatat jumlah pemblokiran mencapai 773.037 situs, di mana 302 diantaranya dinormalisasi. Sementara pada 2017, jumlah pemblokiran 787.662 situs, 387 diantaranya dinormalisasi.

Dengan demikian, peningkatan laporan database Trust+ dari tahun 2016 ke 2017 ini hanya 14.625 situs. Alasan pemblokiran tersebut meliputi konten negatif, seperti Pornografi, SARA, Penipuan/Dagang Ilegal, Narkoba, Perjudian, Radikalisme, Kekerasan, Anak, Keamanan Internet, dan HKI, (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.