Jumat, 10 Mar 2017 11:08 WIB

Bos Alibaba Samakan Pemalsu Barang dengan Pengemudi Mabuk

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Jakarta - Raksasa e commerce China Alibaba tampaknya benar-benar ingin melawan peredaran barang bajakan secara serius, setelah CEO-nya -- Jack Ma -- meminta pemerintah China menyeriusi masalah tersebut.

Dalam akun Weibo-nya, Ma meminta pemerintah China untuk menyamakan hukuman bagi pembajak dengan hukuman terhadap pengemudi kendaraan yang mabuk. Menurut Ma, hukuman yang lebih berat bagi pengemudi yang mabuk baru terjadi beberapa tahun belakangan.

Dan menurutnya pemerintah harus memperlakukan pembajak dengan hukum yang sama, karena menurutnya pembajakan itu merintangi inovasi dan kreativitas, demikian dikutip detikINET dari Cnet, Jumat (10/3/2017).

Postingan Ma itu juga diikuti pernyataan resmi Alibaba yang meminta pemerintah China untuk memperketat aturan pembajakan. Dari 4.495 kasus pembajakan yang terdeteksi oleh Alibaba pada 2016, hanya 33 di antaranya yang terkena hukuman.

Menurut data statistik, setiap peredaran barang palsu yang terjual di seluruh dunia nilainya mencapai USD 500 miliar, dan China dianggap menjadi sumber utama barang-barang palsu tersebut. Menurut Organisation for Economic Co-operation and Development, sekitar 60% barang palsu yang beredar berasal dari China. (asj/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed