Kamis, 02 Feb 2017 07:54 WIB

Siaran TV Digital Masih Menunggu Ekosistem

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: Internet Foto: Internet
Jakarta - Penyelenggaraan televisi digital masih terus menjadi pembahasan yang penting di kalangan pemerintah dan DPR RI. Hanya saja, Kominfo menyoroti hal-hal yang menurutnya penting sebelum pada akhirnya layanan televisi digital ini resmi dihadirkan.

Salah satunya adalah ekosistem dari televisi digital itu sendiri. Menurut Plt. Direktur Penataan Sumber Daya Kominfo, Denny Setiawan sebelum layanan televisi digital diresmikan, paling tidak masyarakat Indonesia sudah memiliki perangkat untuk menangkap layanan televisi digital.

"Sekarang ini kan kami, selagi masih menunggu undang-undang penyiaran, yang terpenting adalah bagaimana penetrasi atau distribusi dari set-top box atau alat penerima gelombang layanan televisi digital ini banyak di masyarakat," ujar Denny memulai pembicaraan, ditemui detikINET di Universitas Indonesia, Rabu kemarin (1/2/2017).

"Nah, inilah yang saat ini tengah dilakukan oleh Kominfo, di mana kami telah membahas masalah ini dengan Kementrian Perindustrian dan bea cukai. Di mana nantinya kalau ada televisi baru itu harus sudah T2 atau yang bisa menerima siaran televisi digital," lanjutnya.

Diakui Denny, saat ini perangkat set-top box atau receiver siaran televisi digital sudah tersedia di pasaran dengan harga yang relatif murah, yakni mulai dari Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribuan. Hanya saja, hal ini belum disadari penuh oleh masyarakat.

"Kami sedang berusahaan menyiapkan kalau bisa di tahun ini dari semua aspek, tidak hanya undangan-undangan, tapi juga receiver, ekosistem, hingga konten. Kami juga telah berembuk dengan teman-teman penyiaran existing," terang Denny.

Perpanjang Uji Coba

Menkominfo Rudiantara sebelumnya pernah curhat soal alotnya migrasi ke televisi digital. Karenanya, sembari menuntaskan rencana revisi undang-undang penyiaran, pihaknya mengadakan uji coba siaran TV digital selama enam bulan sejak 15 Juni 2016 hingga 15 Desember 2016.

Uji coba TV digital dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara TVRI dengan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) penyedia konten.

Total LPS yang menandatangani MoU mencapai 36 badan usaha. Dari jumlah itu, sebanyak 26 LPS penyedia konten telah bersiaran digital (on air) di 12 wilayah layanan per 22 Agustus 2016.

Meski secara jadwal telah berakhir, Kominfo akhirnya memperpanjang uji coba ini diperpanjang ini hingga satu tahun ke depan.

"Ayo dong dicoba. Tinggal beli receiver saja. Murah kok cuma Rp 300 ribuan. Kualitasnya bagus, programnya menarik, baik yang existing atau yang baru," pungkas Denny.

(mag/yud)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed