BERITA TERBARU
Senin, 28 Nov 2016 13:54 WIB

Soal Ancaman Penjara di Revisi UU ITE, Kominfo: Ini Kemajuan

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: Ilustrator: Mindra Purnomo Foto: Ilustrator: Mindra Purnomo
FOKUS BERITA Tersentak UU ITE
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membeberkan runutan dari proses Revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang membuat heboh publik.

Menurut penuturan Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Noor Iza, Revisi UU ITE muncul karena tuntunan dari masyarakat dan LSM yang diterima oleh pemerintah dan DPR.

"Sehingga disepakati adanya proses merevisi UU ITE secara terbatas untuk mengadopsi keinginan-keinginan masyarakat tersebut," bebernya kepada detikINET, Senin (28/11/2016).

Dalam catatan, berdasarkan hasil revisi, seluruh konten informasi elektronik masih bisa dijadikan delik dalam UU tersebut. Bedanya, bila dulu adalah delik umum, maka kini menjadi delik aduan. Hal-hal yang dilarang yaitu:

1. Konten melanggar kesusilaan, ancaman tetap yaitu maksimal 6 tahun penjara.
2. Konten perjudian, ancaman tetap yaitu maksimal 6 tahun penjara.
3. Konten yang memuat penghinaan dan atau pencemaran nama baik. Bila dulu diancam maksimal 6 tahun penjara, kini menjadi 4 tahun penjara.
4. Konten pemerasan atau pengancaman, ancaman tetap yaitu maksimal 4 tahun penjara.
5. Konten yang merugikan konsumen, ancaman tetap yaitu maksimal 6 tahun penjara.
6. Konten yang menyebabkan permusuhan isu SARA, ancaman tetap yaitu maksimal 6 tahun penjara.

Menurut Noor Iza, hasil dari Revisi UU ITE itu ditegaskan akan memberikan ekosistem hukum yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, memberikan kepastian hukum dan juga menghindari multitafsir dari UU ITE sebelumnya.

"Kalau sebelumnya pihak yang dituduh melakukan hal yang negatif dapat ditahan dengan cepat oleh penyidik, maka di hasil Revisi UU ITE ini menjadi tidak bisa ditahan saat itu juga," ujarnya.

"Hal ini karena ancaman hukuman diubah dari 6 tahun menjadi 4 tahun. Ini adalah kemajuan yang signifikan," pungkas Noor Iza. (rou/fyk)
FOKUS BERITA Tersentak UU ITE

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.