BERITA TERBARU
Senin, 28 Nov 2016 11:55 WIB

UU ITE dari Pengamatan Sang Pengawal Revisi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
FOKUS BERITA Tersentak UU ITE
Jakarta - Revisi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) resmi diberlakukan pada hari ini. ICT Watch yang ikut mengawalnya pada saat revisi pun ikut angkat bicara.

Seperti diketahui, sejumlah perubahan terjadi di dalamnya, antara lain pada pasal 27 tentang pencemaran nama baik di mana hukumannya lebih ringan dari ketentuan sebelumnya.

UU ITE yang mulai diberlakukan pada 2008 memang menimbulkan kecaman dan sering makan korban, salah satu yang terkenal adalah Prita Mulyasari, yang mengkritik salah satu rumah sakit swasta melalui email pribadi yang lalu tersebar di internet. Maka revisi pun dilakukan.

Perubahan pada pasal 27 ayat 3, sanksinya diturunkan dari 6 tahun jadi 3 tahun. Maka, pihak yang diduga melakukan pelanggaran tak bisa ditahan, hanya diperiksa. Kemudian deliknya jadi aduan bukan delik umum, sehingga kasus pencemaran baik harus dilaporkan sendiri oleh korban.

"Sekarang ditegaskan kalau itu delik aduan. Kalau dulu belum tertulis secara tegas kan. Ini supaya orang pada saat dilaporkan tidak lagi ditahan secara semena-mena seperti kasus Prita. Jadi nggak ditahan," kata Donny BU, Direktur Eksekutif ICT Watch kepada detikINET, Senin (28/11/2016).

Revisi pasal 27 memang sudah lama diupayakan untuk direvisi, bahkan ada saran dihapus saja dimana UU ITE lebih baik murni untuk mengatur transaksi elektronik. Sedangkan untuk kasus pencemaran nama baik dimasukkan ke KUHP.

"Pertanyaannya, apakah dengan pasal 27 atau tidak ada pasal tersebut orang jadi berhenti mengkriminalisasi orang lain? Kriminalisasi terhadap orang berekspresi tetap bisa pakai jalur lain, istilahnya jalur ngasal, misalnya orangnya langsung disamperin," sebut Donny.

Intinya selama ada hasrat seseorang untuk mengkriminalkan, maka tetap saja dia akan melakukannya dengan beragam cara. Namun demikian meski dirasa belum ideal, revisi UU ITE yang baru sudah berlaku dan memang perlu ada aturan untuk mengatur kebebasan berpendapat.

"Memang tetap perlu ada pembatasan kebebasan berpendapat, perlu ada konsekuensi dari orang yang ngomong ngawur atau sengaja nipu," sebut Donny.

Apalagi belakangan, banyak berita hoax bermunculan di internet dan dampaknya bisa berbahaya. Akan tetapi Donny berharap selain dimunculkan aturan-aturan, literasi digital dan etika masyarakat di dunia maya perlu terus ditingkatkan. Misalnya supaya tidak menyebarkan berita bohong.

"Intinya adalah kebebasan perlu dilindungi, jadi pasal 27 yang ada sekarang jangan sampai di-misuse, misalnya whistle blower malah ditangkap. Tapi tetap orang-orang berekspresi ada batasnya dan ada etikanya," pungkas Donny.

(fyk/rou)
FOKUS BERITA Tersentak UU ITE

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.