Senin, 30 Mei 2016 06:12 WIB

Soal Netizen Indonesia dan Privasi di Internet

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Jakarta - Indonesia tengah menyiapkan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Perlindungan Data Pribadi, yang diharapkan bisa masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) sesegera mungkin.

Di saat bersamaan, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga merilis draft Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik.

Dalam rangka memperkuat naskah akademis ataupun rujukan untuk kedua cikal-bakal regulasi di atas, maka Cyber Law Center, Fakultas Hukum Universitas Padjajaran bersama ICT Watch menyelenggarakan online survei bertajuk 'Perspektif Netizen Indonesia tentang Privasi di Internet'.

Survei tersebut berisi 33 pertanyaan yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pemahaman pengguna Internet Indonesia tentang karakter online secara umum, kepedulian atas perlindungan data pribadi dan privasi online, serta tentang sensitifitas atas isu online surveillance.

Survei tersebut sejatinya juga relevan dengan salah satu sesi pembahasan yang penting saat pelaksanaan World Summit on the Information Society (WSIS) di Jenewa, 2-6 Mei 2016, adalah tentang security, privacy dan ethical dimension yang diampu oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE).

IEEE sendiri adalah organisasi profesi para insinyur kampiun terbesar di dunia di bidang elektronika, telekomunikasi dan rekayasa komputer, yang salah satunya menentukan standar teknis atas teknologi informasi dan komunikasi.

Dalam bahasannya, para pakar membahas sejumlah konsekuensi sosial, termasuk isu privasi dan perlindungan data pribadi, yang menjadi butir pentingnya, dengan adanya pengembangan teknologi informasi komunikasi (TIK) dan penggunaannya yang marak.

Ditegaskan bahwa TIK kini tak dapat dan tak boleh dilepaskan dari pemahaman tentang privasi dan perlindungan data pribadi atas masyarakat yang menggunakannya.

"Survei online di atas telah diperpanjang batas waktunya. Hasilnya pun nanti akan dibuka agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh publik," kata Donny BU dari ICT Watch saat berbincang dengan detikINET, Senin (30/5/2016). (rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed