KONSULTASI INTERNET SECURITY
Alfons Tanujaya
Alfons Tanujaya
Alfons Tanujaya aktif mendedikasikan waktu untuk memberikan informasi dan edukasi tentang malware dan sekuriti bagi komunitas IT Indonesia.
Selasa, 04 Feb 2014 16:10 WIB

KlinikINET

Gara-gara Virus, Download Selalu Gagal

- detikInet
(ilustrasi) (ilustrasi)
Jakarta - Saya mengalami masalah pada virus yang ada di server dan sudah lama tersebar ke user-user yang terkoneksi dengan jaringan, bagaimana mengatasi masalah tersebut yang sudah sangat menggangu. Bahkan kalau download sudah 99% bakal tidak pernah selesai. Mungkin ada solusi untuk mengatasi hal tersebut karena saya kurang berpengalaman dalam mengatasi hal tersebut. Terima kasih (Ilvan Yanuar Sabatian, Pria)

Jawaban [Vaksincom]:

Dear Ilvan,
 
Mengenai download 99% tidak pernah selesai. Sampai saat ini Vaksincom belum menemui kasus adanya malware yang menahan download sampai 99% dan tidak pernah selesai. Yang sering terjadi adalah malware memblokir akses ke situs-situs sekuriti sehingga komputer yang terinfeksi malware tidak bisa mengakses situs-situs sekuriti. Untuk masalah download 99% tidak pernah selesai perlu analisa lebih jauh :

1. Gunakan peramban / browser lain untuk download (mengunduh) file yang sama. Apakah masih tetap 99% menggantung atau bisa 100%. Kalau bisa artinya ada masalah di peramban.

2. Coba rubah provider anda. Misalkan anda koneksi menggunakan 3G dan bukan jaringan kantor (Vaksincom asumsikan anda mengalami masalah di jaringan kantor) atau mengunduh dari rumah. Apakah bisa 100%? Kalau bisa artinya jaringan kantor yang menyebabkan hal ini.

3. Coba matikan antivirus, firewall atau program sekuriti lainnya (harap hati-hati karena dengan mematikan program antivirus artinya komputer anda sudah tidak terproteksi dari malware dan anda bisa saja mengunduh malware dan menjalankannya). Kalau bisa download sampai 100 % artinya diblok oleh aplikasi-aplikasi di atas.

Mengenai malware dalam jaringan yang menyebar ke user2 yang terkoneksi ke jaringan ada dua kemungkinan :

Pertama, malware menyebarkan dirinya memanfaatkan openshare atau ada database server yang diakses oleh semua komputer dalam jaringan dimana datanya berhasil diinjeksi oleh malware dan menyebarkan ke semua komputer yang menginfeksinya. Untuk menghadapi masalah ini disarankan untuk sangat konservatif dengan openshare dan tidak sembarangan melakukan “Full Sharing”.

Program antivirus yang mumpuni dan mampu menjaga infeksi malware dari openshare menjadi pertahanan terbaik untuk menghadapi masalah ini. Selain itu anda harus berhati-hati memberikan openshare khususnya Fullsharing ke komputer lain karena akhir-akhir ini sedang beredar satu malware dengan nama Cryptolocker yang memiliki payload mengenkripsi semua data penting di komputer korbannya termasuk drive / file di jaringan yang di mapping.

Jadi sekalipun komputer anda bersih dari malware namun anda membagikan file / direktori anda ke jaringan secara full, jangan terkejut kalau tahu-tahu dokumen anda menjadi tidak bisa dibuka karena dienkripsi Cryptolocker dengan RSA 2048 dan sampai saat ini hampir tidak mungkin memecahkan enkripsi tersebut.

Kedua, tidak ada openshare tetapi malware tetap bisa menyebarkan dirinya ke komputer lain yang terhubung ke jaringan karena memanfaatkan celah keamanan (vulnerability) dari Sistem Operasi atau Aplikasi yang terinstal di komputer.

Satu-satunya cara yang efektif untuk menghadapi masalah yang satu ini adalah memastikan semua piranti lunak terupdate dengan patch yang terbaru. Sebagai catatan, meskipun komputer sudah terproteksi dengan antivirus yang terupdate tetapi memiliki celah keamanan, maka malware tetap akan bisa menginfeksi komputer tersebut dan antivirus tidak bisa mencegah hal ini.

Malware di jaringan memang memusingkan dan membutuhkan solusi terintegrasi dan lebih efektif ditangkal menggunakan program antivirus client server / corporate use dan bukan home user. Kelebihan antivirus corporate dibandingkan antivirus home user adalah kemampuan dasar update terpusat.

Selain itu administrator bisa menerapkan kebijakan sekuriti terpusat dan manajemen klien komputer dari salah satu komputer yang dijadikan sebagai server antivirus. Sebagai catatan, server antivirus untuk manajemen klien antivirus tidak memerlukan OS server dan komputer dengan workstation seperti Windows XP / 7 / 8 bisa dijadikan sebagai server antivirus dan menjalankan program manajemen antivirus.

Untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap atas sistem server antivirus yang berjalan kamu bisa melihat secara live salah satu server antivirus yang sedang berjalan secara live disini.

(jsn/ash)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed