KONSULTASI INTERNET SECURITY
Alfons Tanujaya
Alfons Tanujaya
Alfons Tanujaya aktif mendedikasikan waktu untuk memberikan informasi dan edukasi tentang malware dan sekuriti bagi komunitas IT Indonesia.
Jumat, 15 Nov 2013 11:21 WIB

KlinikINET

Baterai Li Pol atau Li Ion, Lebih Bagus Mana?

- detikInet
Ilustrasi (Ist) Ilustrasi (Ist)
Jakarta - Mau bertanya mengenai baterai Li Pol dan juga Li Ion, beberapa kali saya melihat artikel milik om yang menuliskan bahwa Li Ion lebih baik, tetapi tidak membahas sedikit tentang Li Pol. Saya memiliki 2 smartphone Nokia dengan batterai Li Pol - Nokia E75 dan Li Ion E63.

Tetapi dalam kenyataannya sampai sekarang baterai Li Pol saya ini sering overheat jika pemakaian normal dan tidak aneh-aneh, dan beberapa kali saya searching di internet di forum rusia dia bilang Li Pol jauh lebih baik dari Li Ion tapi biaya yang diperlukan serta untuk dikeluarkan vendor terlampau mahal. Ya itu yang benar yang mana, bagus Li Pol atau Li Ion dan kalau bisa paparkan sedikit aja tentang hal itu. Terimakasih (Benyamin Limanto)

Jawaban [Vaksincom]:

Dear Benyamin,

Memang betul di dalam beberapa artikel diutarakan bahwa Li Ion (Lithium Ion) lebih baik dibandingkan dengan Ni Cd (Nickel Cadmium) terutama karena lebih ringan, densitas energi dan tidak ada memory effect.

Lithium adalah logam teringan, tapi kalau Li Ion dibandingkan dengan Li Pol (Lithium Polimer) yang sama-sama dibuat dari Lithium maka ada beberapa kelebihan dan kekurangannya sebagai berikut :

Kelebihan Li Pol dibandingkan Li Ion:

1. Baterai Li Pol lebih fleksibel dan mudah dibentuk karena berbentuk gel, dan pabrikan tidak dibatasi oleh bentuk sel yang standar. Sebaliknya Li Ion memiliki keterbatasan bentuk konstruksi baterainya harus berbentuk kotak. Kemungkinan pabrikan smartphone memilih Li Pol karena fleksibilitas bentuknya yang bisa lebih tipis dan bobotnya yang lebih ringan daripada Li Ion.

2. Jika disimpan untuk jangka panjang, Li Pol relatif mengalami kehilangan kemampuan menyimpan daya lebih sedikit dibandingkan Li Ion (tetapi tetap mengalami kehilangan kemampuan menyimpan daya, jadi kalau Li Pol disimpan untuk jangka waktu yang lama juga akan mengalami penurunan performa).

Sebagai gambaran, Li Ion yang disimpan 1 tahun sekalipun tidak digunakan sama sekali akan mengalami penurunan performa yang signifikan. Penyimpanan dalam suhu yang dingin 15 derajat Celcius bisa memperlambat penurunan daya baterai, selain itu sebelum disimpan baterai disarankan untuk di charge sampai kapasitas 40%.

3. Bobot Li Pol lebih ringan dari Li Ion karena menggunakan elektroda jelly yang tidak membutuhkan pembatas metal, karena itu Li Pol digunakan oleh mayoritas penggemar aero modelling.

Kelemahan Li Pol dibandingkan Li Ion :

1. Biaya produksi lebih mahal dibandingkan Li Ion.

2. Memiliki densitas energi lebih rendah atau dengan kata lain cost to energy ratio lebih tinggi dari Li Ion.

3. Membutuhkan charger khusus yang mampu menyalurkan daya yang sama besarnya kepada seluruh sel. Hal ini meningkatkan biaya charger untuk Li Pol dibandingkan dengan Li Ion.

Satu hal unik yang perlu diperhatikan oleh pengguna baterai Li Ion dan Li Pol adalah baterai yang di charge pada kapasitas sedang (30 – 60 %) akan memiliki umur pakai yang jauh lebih tinggi dibandingkan baterai yang di charge pada kapasitas rendah (< 30%), apalagi kalau baterainya sampai habis (0%).


(jsn/ash)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed