BERITA TERBARU
KONSULTASI GADGET
Lucky Sebastian
Lucky Sebastian
Lucky Sebastian adalah seorang Arsitek yang sangat hobby dengan gadget sejak tahun 1998.
Selasa, 27 Des 2016 15:42 WIB

KlinikINET

Kok Penonton di YouTube Turun Drastis?

Konsultan: Lucky Sebastian - detikInet
Foto: detikINET/Irna Prihandini Foto: detikINET/Irna Prihandini
Jakarta - Sebelumnya saya bertanding dengan teman, membuat video pendek dan siapa yang mendapat viewer di youtube terbanyak dialah pemenangnya.

Yang saya tahu, untuk menambah viewer di youtube, cukup dengan mereload atau refresh halaman dimana video diputar. Dengan sedikit pengetahuan coding, saya membuat script cmd yang bertugas mereload halaman/alamat yang sudah ditentukan setiap waktu, yang juga sudah ditentukan waktunya.

Saya biarkan script tersebut bekerja semalaman, hasilnya, sebanyak 203 viewer saya dapatkan tanpa susah payah, saya putuskan untuk tetap membiarkan komputer menyala agar script dapat bekerja terus-menerus.

Hari berikutnya, saya kembali melihat halaman youtube dan saya kaget, dari 203 viewer kemarin hari ini hanya 30 viewer? kemana sisanya?

Saya cari dengan kata kunci "viewer youtube menyusut", "viewer youtube berkurang", dan lain-lain, yang didapatkan hanya kebijakan 300 viewer dan trik menambah viewer, duh gusti bukan itu maksudku..!

Oh.. pertanyaan saya kenapa viewer saya menyusut dari 200 menjadi 30? Kiranya, saya hanya dapat mengucapkan terima kasih, karena sudah mau baca curhatan saya. Syukur-syukur dijawab. (Maz Boy)

Jawaban:

Salah satu poin dan penghargaan terpenting bagi para pembuat konten di YouTube adalah karya mereka dilihat banyak orang, yang ditandai dengan banyaknya jumlah view, dan jika kontennya menarik biasanya diiringi jumlah subscriber yang semakin banyak.

YouTube bukan lagi hanya sekedar layanan video sharing biasa untuk hanya sekedar sarana display kreatifitas, tetapi sudah menjadi wadah bisnis yang luar biasa. Perusahaan-perusahaan baik besar, menengah, maupun kecil menggunakannya untuk sarana marketing, pelaku politik menggunakannya untuk menarik pendukung, akademisi menggunakannya untuk sarana pembelajaran, portal berita menggunakannya untuk menyebarkan informasi dan lain-lain.

Jumlah views ini selain memberikan kebanggaan bagi para pembuat konten, menjadi terkenal, juga bisa menghasilkan uang, baik yang dibayarkan oleh pihak YouTube sendiri ataupun melalui pembayaran atau kerjasama dengan pihak ketiga. Karena sifatnya sudah merupakan bisnis besar, YouTube harus menjaga wadah yang mereka sediakan dari berbagai kemungkinan "abuse", baik dari sisi konten yang tidak sesuai, maupun dari segi scam berupa view yang tidak autentik. Ada banyak aturan diterapkan bagi pembuat konten oleh YouTube, agar konten mereka dianggap sesuai dengan aturan yang berlaku, dan secara berkala

YouTube akan melakukan pemeriksaan baik dari sisi konten maupun dari sisi view, apakah jumlah view ini autentic benar-benar disaksikan oleh mata manusia, atau hanya sekedar bot. Begitu masifnya jumlah video yang diupload setiap hari, tentu pemeriksaan konten dan view ini
tidak bisa dilakukan oleh mata orang biasa.

YouTube juga menggunakan coding berupa algoritma yang saya percaya dilengkapi AI (artificial intelligence atau kecerdasan buatan) dan machine learning, untuk bisa mem-filter setiap video yang beredar termasuk memastikan jumlah views yang dihasilkan setiap video autentik, benar disaksikan manusia dan bukan bot atau trik.

Ada beberapa syarat yang tidak diijinkan YouTube menjadi hitungan jumlah view pada video, diantaranya:

- Jumlah view bayaran, menggunakan layanan dari website tertentu yang dibayar pembuat konten untuk menghasilkan jumlah viewer yang banyak.

- Website pihak ketiga yang berusaha menipu pengunjung dengan layout untuk mengklik video tertentu.

- Website yang otomatis membuka jendela baru untuk menjalankan video ketika dikunjungi.

- Website yang otomatis me-redirect pengunjung ke halaman lain saat tengah mengklik sebuah bagian website, dan menampilkan video lain (dengan paksa)

Jadi sepertinya algoritma yang disiapkan YouTube berhasil mendeteksi script yang anda buat, dan mengkoreksi jumlah view yang dianggap tidak autentik, yang membuat jumlah view konten anda otomatis menurun.

Tapi setidaknya anda sudah berusaha menggunakan pengetahuan coding untuk mencoba membuat sesuatu, semoga memacu untuk membuat coding yang lebih hebat lagi.
(jsn/yud)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed