BERITA TERBARU
KONSULTASI CYBERLIFE
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum adalah seorang mantan jurnalis, ia pernah bekerja di beberapa media online besar di Indonesia sejak awal 2005 hingga akhir 2015. Sejak 2008, Dewi yang suka travelling ini juga aktif membantu kampanye program Internet Sehat yang digagas oleh ICT Watch.

Dewi dapat dihubungi via email dew.ningrum[at]gmail.com atau blogwww.dewningrum.com
Rabu, 08 Feb 2017 16:43 WIB

KlinikINET

Kapan Anak Boleh Pakai Ponsel?

Konsultan: Dewi Widya Ningrum - detikInet
Foto: GettyImages/Sean Gallup Foto: GettyImages/Sean Gallup
Jakarta - Saat umur berapa sebaiknya mengenalkan ponsel ke anak dan tips untuk orangtua agar tak salah langkah ketika memperbolehkan anak bermain ponsel. (Anya)

Jawaban:

Terkait kapa waktu yang tepat atau berapa usia yang tepat anak boleh diperkenalkan dengan ponsel, sampai sejauh ini belum ada patokan yang pas untuk dijadikan acuan dalam mendidik anak.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh PBS Parents, disebutkan bahwa jika anak sudah mulai dapat memahami obyek yang ada di tangan mereka, memegang-megang ponsel Anda misalnya, mungkin sudah waktunya anak diperkenalkan dengan gadget.

Namun yang pasti, anak berusia di bawah dua tahun belum sepatutnya diperkenalkan dengan gadget. Meski anak balita sedang senang-senangnya bereksplorasi menekan tombol dan menonton video, bukan berarti mereka sudah siap menggunakan gadget. Para ahli menyarankan untuk menunggu sampai anak Anda berusia setidaknya pra-sekolah.

Menurut Dr. Carolyn Jaynes, pakar dari perusahaan mainan edukasi Leapfrog Enterprises, cara belajar terbaik untuk anak usia di bawah dua tahun adalah melalui interaksi dan bereksplorasi dengan dunia nyata. Bereksplorasi merupakan proses terbaik dalam masa pertumbuhan anak balita.

Pada usia tiga tahun, banyak anak sudah mulai menjadi pengguna media aktif untuk mengakses konten pendidikan dari media elektronik. Konten pendidikan tersebut disajikan dalam bentuk gambar-gambar menarik dan suara karakter anak-anak untuk menangkap perhatian.

Seorang anak akan siap menggunakan gadget cepat atau lambat, tergantung pada tingkat pengawasan. Dalam lingkungan yang diawasi, anak sudah siap terlibat untuk kegiatan belajar dengan menggunakan gadget pada umur empat hingga lima tahun selama orangtua mendampinginya beraktivitas dengan gadget tersebut.

Jeannie Galindo, pengawas instruksional teknologi di Manatee County School District di Florida mengatakan, "Dalam lingkungan tanpa pengawasan, saya tidak merekomendasikan orangtua membelikan smartphone atau tablet untuk anak sampai setidaknya berusia antara 11 dan 13 tahun."

Apa yang dikatakan Jeannie masuk akal. Karena pada usia tersebut anak sudah memasuki tahap awal pra-remaja sehingga mereka akan lebih mudah diberi pengertian tentang dampak positif dan negatif dari penggunaan ponsel dan internet.

Perlu diingat, sebelum memberikan gadget pada anak, orangtua juga harus memperhatikan kepentingannya. Jadi tidak sekadar membelikan saja. Sangat tidak dianjurkan jika orangtua memberikan ponsel hanya karena alasan anaknya merengek minta ponsel atau sekadar ikut-ikutan temannya.

Memberikan ponsel kepada anak menuntut tanggung jawab yang besar baik dari orangtua maupun sang anak. Karena itu, diskusikan apa yang dibutuhkan anak ketika akan membeli ponsel, dan diskusikan pula resiko ataupun hal negatif yang dapat timbul dari penggunaan ponsel (seperti cyberbully, pornografi, sexting dan sebagainya), termasuk cara pencegahannya.

Perlu diingat, semakin canggih sebuah ponsel maka semakin tinggi pula resiko yang bakal dihadapi jika anak salah menggunakannya. Ponsel tidak dapat menggantikan peran orangtua dalam mendidik anak, karena itu komunikasi dua arah dengan anak tetap yang utama dan sangat dibutuhkan. (jsn/rns)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed