BERITA TERBARU
KONSULTASI CYBERLIFE
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum adalah seorang mantan jurnalis, ia pernah bekerja di beberapa media online besar di Indonesia sejak awal 2005 hingga akhir 2015. Sejak 2008, Dewi yang suka travelling ini juga aktif membantu kampanye program Internet Sehat yang digagas oleh ICT Watch.

Dewi dapat dihubungi via email dew.ningrum[at]gmail.com atau blogwww.dewningrum.com
Selasa, 27 Des 2016 10:10 WIB

KlinikINET

Iri Melihat Postingan Teman, Wajarkah?

Konsultan: Dewi Widya Ningrum - detikInet
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Apakah ini sebuah penyakit internet, karena setiap saya melihat postingan sosial media teman, saya selalu merasa kesal dan iri. Bahkan rasanya ingin menghapus pertemanan. Padahal di dunia nyata kami terbilang cukup dekat.

Jawaban:

Media sosial adalah sebuah layanan media online dimana para penggunanya bisa saling terhubung, berinteraksi dan memposting konten seperti foto dan video. Data dari Global Web Index menunjukkan bahwa Indonesia termasuk negara paling aktif di media sosial.

Hingga Maret 2016 saja, pengguna media sosial di Indonesia tercatat ada sekitar 79 juta. Dari jumlah tersebut, 15 juta di antaranya aktif di Facebook, 8,6 juta menggunakan Twitter, dan hampir 8 juta ada di Instagram.

Seiring perkembangannya, banyak pengguna menggunakan media sosial sebagai ajang untuk 'memamerkan' aktivitas sehari-hari mereka seperti saat pergi ke sebuah tempat wisata, nongkrong di cafe dengan teman-teman, hingga gaya dandanan mereka. Tidak ada yang salah dengan ini, karena media sosial fungsinya memang sebagai tempat untuk berbagi informasi.

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan pengakuan. Tidak heran kalau media sosial dijadikan tempat untuk pamer atau menunjukkan pencapaian yang selama ini telah diraih.

Di lain sisi hal ini menimbulkan rasa kesal dan iri bagi sebagian orang. Tidak sedikit pula orang yang pada akhirnya jengah melihat isi timeline media sosial karena konten yang bernada pamer.

Perasaan kesal dan iri yang muncul menurut saya wajar-wajar saja terjadi karena sifat dasar manusia. Sebuah penelitian pernah dilakukan di Jerman. Beberapa peneliti melakukan survei terhadap 600 orang dewasa di Jerman tentang perasaan mereka ketika menggunakan media sosial.

Hasilnya, sebagaimana dikutip dari Forbes, sekitar sepertiga responden mengatakan media sosial memicu timbulnya perasaan negatif seperti frustrasi. Penyebab utama timbulnya perasaan ini adalah rasa iri terhadap orang lain.

Lalu, apakah ini semua salah media sosial? Menurut saya tidak. Tinggal bagaimana Anda menggunakannya saja.

Daripada energi habis untuk mengontrol rasa kesal dan iri ketika melihat aktivitas teman di media sosial, lebih baik manfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif. Jadikan media sosial sebagai ajang pamer karya untuk menggapai mimpi.

Media sosial punya banyak manfaat. Selain sebagai sumber informasi, bisa sebagai sumber pendapatan. Jika ditekuni dan tahu cara memanfaatkannya, Anda bisa menjadikan media sosial sebagai tempat mencari penghasilan tambahan.

Misalnya, Anda bisa jadi fashion blogger kalau memang suka berdandan. Atau, kalau suka jalan-jalan, Anda bisa memposting konten-konten informatif seputar travelling, siapa tahu Anda nantinya dapat endorsement. (jsn/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed