BERITA TERBARU
KONSULTASI CYBERLIFE
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum adalah seorang mantan jurnalis, ia pernah bekerja di beberapa media online besar di Indonesia sejak awal 2005 hingga akhir 2015. Sejak 2008, Dewi yang suka travelling ini juga aktif membantu kampanye program Internet Sehat yang digagas oleh ICT Watch.

Dewi dapat dihubungi via email dew.ningrum[at]gmail.com atau blogwww.dewningrum.com
Selasa, 20 Des 2016 14:23 WIB

KlinikINET

Stop Sebar Hoax, Ini Caranya agar Tak Tertipu

Konsultan: Dewi Widya Ningrum - detikInet
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Dengan kasus Ahok dan menjelang Pilgub DKI, timeline di media sosial terutama Facebook, dibanjiri berita-berita pro dan kontra. Bagaimana tipsnya supaya kita gak gampang percaya dengan berita palsu.

Jawaban:

Hoax adalah sebuah kata yang digunakan untuk menunjukkan sebuah pemberitaan palsu atau usaha untuk menipu atau mengakali pembaca atau pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pembuat berita palsu tahu bahwa berita tersebut palsu. Singkatnya, hoax adalah berita bohong, yang tidak benar isinya dan tidak jelas sumbernya.

Penyebaran hoax belakangan ini semakin parah, terlebih sejak media sosial booming. Informasi hoax beredar begitu cepat bahkan sulit untuk dibendung, terutama menjelang pemilihan kepala pemerintahan seperti pemilihan gubernur yang sebentar lagi akan digelar di Jakarta.

Sayangnya, cukup banyak netizen yang mudah percaya dengan informasi-informasi hoax yang beredar. Dan tanpa berpikir panjang mereka langsung membagikannya ke jejaring mereka di media sosial, padahal isi beritanya palsu (hoax).

Dengan menyebarkan hoax, sama saja artinya kita ikut menyebarkan kabar bohong. Yang diuntungkan di sini adalah sang pembuat hoax. Karena itu, sebelum memencet tombol Share, Retweet atau Forward, kita sebaiknya memeriksa terlebih dahulu kebenaran informasi yang kita dapat dari media sosial. Jangan langsung disebarkan.

Agar tidak tertipu dengan berita palsu, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan.

Pertama, cek dulu sumber beritanya dari mana. Lakukan cross check dengan mengunjungi langsung situs asli yang pertama kali memuat berita tersebut. Lihat apakah situs media-media yang kredibel juga banyak yang memuat informasi tersebut.

Berita-berita hoax yang beredar di internet biasanya cenderung bernada provokatif atau kontroversial, tujuannya memang untuk menggiring pandangan bahkan memancing emosi pembacanya.

Kedua, cek URL situs yang digunakan. Sebuah instansi resmi tidak akan menggunakan layanan blog gratisan. Nama situsnya juga harus dicek. Tidak sedikit berita hoax yang beredar menggunakan situs yang namanya mirip dengan nama media yang kredibel. Karena itu jangan terkecoh dan cuma baca judulnya saja.

Ketiga, gunakan logika atau akal sehat. Jangan mudah percaya begitu saja atau terpancing saat membaca sebuah berita yang beredar di media sosial. Cek dan ricek lagi kebenarannya. Pilah-pilah dan telaah isi beritanya sebelum menyebarkannya ulang. Tanyakan pada diri sendiri apakah informasi tersebut bermanfaat jika disebar atau justru dapat merugikan orang atau kaum lain dan memecah belah.

Perlu diketahui, saat ini ada banyak sekali berita yang sengaja dibuat agar menjadi viral di internet atau media sosial, tujuannya semata-mata karena uang. Si pembuat hoax membuatnya agar situsnya dikunjungi banyak orang dan ia mendapatkan uang dari iklan yang dipasang di situsnya. (jsn/rns)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Organda Protes Tarif Murah Ojek Online

    Organda Protes Tarif Murah Ojek Online

    Sabtu, 25 Mar 2017 19:19 WIB
    Alasan umum masyarakat memilih menggunakan ojek online adalah tarif yang terbilang cukup murah. Lantas, bagaimana Organda menyikapinya?
  • Terima SMS Tak Bisa Lagi Lewat Hangouts

    Terima SMS Tak Bisa Lagi Lewat Hangouts

    Sabtu, 25 Mar 2017 16:46 WIB
    Selain dipakai untuk mengirim dan menerima pesan instan melalui akun Google Talk, aplikasi Hangouts tadinya juga bisa dipakai untuk menerima pesan SMS.
  • Nokia Siap Serbu 120 Negara

    Nokia Siap Serbu 120 Negara

    Sabtu, 25 Mar 2017 14:45 WIB
    Baru bangkit tak menghentikan Nokia menginvasi pasar dunia. Merek asal Finlandia ini disebut bakal hadir di lebih dari seratus negara di dunia.