BERITA TERBARU
KONSULTASI CYBERLIFE
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum adalah seorang mantan jurnalis, ia pernah bekerja di beberapa media online besar di Indonesia sejak awal 2005 hingga akhir 2015. Sejak 2008, Dewi yang suka travelling ini juga aktif membantu kampanye program Internet Sehat yang digagas oleh ICT Watch.

Dewi dapat dihubungi via email dew.ningrum[at]gmail.com atau blogwww.dewningrum.com
Rabu, 28 Sep 2016 14:42 WIB

KlinikINET

Tolong! Terancam Drop Out Akibat Kecanduan Game

Konsultan: Dewi Widya Ningrum - detikInet
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Jakarta - Saya kecanduan main game sejak 2015 sampai sekarang. Jatah ngegame sudah saya kurangi, tidak lagi dari pagi sampai sore. Tapi begitu main game di malam hari, saya bisa 5 jam di depan komputer. Kecanduan membuat saya jadi malas dan melupakan kewajiban sebagai mahasiswa tingkat akhir hingga muncul peringatan Drop Out (DO). Pertanyaannya:

1. Adakah tips untuk mengurangi kecanduan game?

2. Bagaimana melawan malas akibat kecanduan game?

Jawaban:

Saya memahami kondisi yang Anda alami. Saya sendiri sebenarnya pernah hampir lupa waktu kalau sedang bermain game di PlayStation, bisa dari malam sampai pagi hari. Namun masih bisa dikendalikan dengan cara menjual PlayStation tersebut dan menghapus semua game dari komputer.

Untuk mengurangi kecanduan game, hal pertama-tama yang harus muncul adalah Anda sendiri harus mempunyai kesadaran, niat, tekad dan komitmen untuk berhenti bermain game. Kalau tidak, percuma saja.

Sebenarnya tidak ada salahnya kok kita bermain game, asal bisa mengontrol waktunya. Tanamkan pada diri sendiri bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Makan makanan manis terlalu banyak misalnya, akan berdampak buruk bagi kesehatan. Sama halnya ketika bermain game. Main game sebaiknya hanya untuk refreshing, kecuali profesinya seorang gamer profesional.

Berikut beberapa tips yang mungkin berguna:

1. Buat aturan untuk diri sendiri berapa jam sehari Anda boleh menghabiskan waktu untuk bermain game. Jika perlu dalam seminggu buat aturan sehari tanpa pakai gadget atau komputer.

2. Kalau memungkinkan, pisahkan ruangan kerja dan ruang bermain game. Jika Anda bermain game di komputer yang digunakan untuk mengerjakan tugas akhir, maka Anda akan tergoda untuk bermain saat bekerja. Uninstall game yang ada di komputer kalau memang rasanya sulit untuk lepas dari game agar Anda bisa fokus menyelesaikan tugas akhir.

Ingatlah, tinggal selangkah lagi Anda akan lulus. Jangan sampai waktu 4 tahun kuliah dan dana yang telah dikeluarkan terbuang begitu saja hanya karena tidak bisa menyelesaikan tugas akhir tepat pada waktunya.

3. Fokus pada tujuan: yakni menyelesaikan tugas akhir. Selesaikan dulu pekerjaan yang menjadi prioritas sebelum bermain game. Tanamkan bahwa bermain game boleh dilakukan jika sudah ada waktu luang.

4. Jika masih sulit, coba habiskan waktu lebih banyak di kampus dengan teman-teman lain yang sedang mengerjakan tugas akhir. Teman adalah salah satu faktor penting yang dapat mendukung kita untuk mencapai tujuan. Sesekali pergilah hang out dengan teman dekat dan bersenang-senang bersama seperti bermain futsal, basket dan sebagainya agar tubuh bugar.

5. Ganti waktu yang sebelumnya Anda pakai untuk bermain game di depan komputer dengan kegiatan lain yang lebih produktif. Ada banyak aktivitas positif yang bisa Anda lakukan seperti berolahraga, membaca buku favorit, atau kegiatan yang bisa menstimulasi otak dan memberikan Anda relaksasi.

Kisah Inspirasi

Selain tips di atas, Anda mungkin bisa meniru cara yang diterapkan pecandu game bernama Mumu ini yaitu dengan mengalihkan otak dan energinya untuk mengerjakan aktivitas fisik.

Saya mewawancarai Mumu beberapa bulan lalu. Dia kecanduan game sejak SD. Awalnya ia hanya bermain game 2-3 jam sehari, lalu frekuensinya bertambah menjadi 5 jam hingga akhirnya pernah main game 30 jam non-stop, sampai jarang makan, mandi, dan sebagainya.

Kecanduan game yang ia alami sudah parah, karena sudah sampai ke taraf kecanduan pornografi. Banyak hal buruk yang terjadi ketika Mumu asyik berkutat di dunia game. Ia mulai berani berbohong, mencuri, berjudi, dan sering bolos sekolah demi bisa bemain game dan rental PS.

Dia juga pernah berhenti sekolah selama 2 tahun gara-gara main game online. Bahkan pernah suatu ketika saat ia sedang menyeberang jalan ada truk lewat dan ia membayangkan hal yang di luar nalar. Bukannya buru-buru jalan, Mumu sampai berpikir kalau ditabrak truk bisa hidup lagi karena di game kalau mati bisa hidup lagi, nyawanya ada 3.

Mumu juga jarang ngobrol dengan orangtua. Tuhan menyadarinya ketika orangtuanya meninggal. Selain ditinggal kedua orangtua, hal berat lain yang dialaminya adalah kecelakaan yang mengakibatkan tangannya patah. Kecanduan game merusak hidup Mumu.

Untuk bisa lepas dari kecanduan game yang sudah parah, Mumu tidak hanya harus rela kehilangan orangtua dulu, dia harus bekerja keras mengangkat berkarung-karung beras sampai tengah malam agar energinya tersalurkan.

Menurut salah seorang psikolog yang pernah saya wawancara, untuk laki-laki, salah satu cara mengatasi kecanduan yang tingkatnya sudah parah adalah dengan melibatkan fisik. Dalam artian buat fisik menjadi capek. Dan itu memang sangat berat.

Semoga kisah ini bermanfaat dan dapat membantu Anda mengatasi kecanduan game. (jsn/ash)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Organda Protes Tarif Murah Ojek Online

    Organda Protes Tarif Murah Ojek Online

    Sabtu, 25 Mar 2017 19:19 WIB
    Alasan umum masyarakat memilih menggunakan ojek online adalah tarif yang terbilang cukup murah. Lantas, bagaimana Organda menyikapinya?
  • Terima SMS Tak Bisa Lagi Lewat Hangouts

    Terima SMS Tak Bisa Lagi Lewat Hangouts

    Sabtu, 25 Mar 2017 16:46 WIB
    Selain dipakai untuk mengirim dan menerima pesan instan melalui akun Google Talk, aplikasi Hangouts tadinya juga bisa dipakai untuk menerima pesan SMS.
  • Nokia Siap Serbu 120 Negara

    Nokia Siap Serbu 120 Negara

    Sabtu, 25 Mar 2017 14:45 WIB
    Baru bangkit tak menghentikan Nokia menginvasi pasar dunia. Merek asal Finlandia ini disebut bakal hadir di lebih dari seratus negara di dunia.