KONSULTASI CYBERLIFE
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum adalah seorang mantan jurnalis, ia pernah bekerja di beberapa media online besar di Indonesia sejak awal 2005 hingga akhir 2015. Sejak 2008, Dewi yang suka travelling ini juga aktif membantu kampanye program Internet Sehat yang digagas oleh ICT Watch.

Dewi dapat dihubungi via email dew.ningrum[at]gmail.com atau blogwww.dewningrum.com
Rabu, 07 Sep 2016 13:48 WIB

KlinikINET

Tolong! Anak Saya Susah Lepas dari Gadget

Konsultan: Dewi Widya Ningrum - detikInet
Foto: GettyImages/Sean Gallup Foto: GettyImages/Sean Gallup
Jakarta - Anak saya terlalu sering bermain dengan gadget setiap hari, kalau disuruh berhenti dia berontak. Apa yang harus saya lakukan?

Jawaban:

Mungkin hampir semua orangtua di dunia ini mengeluhkan hal yang sama dan bertanya-tanya apakah sikap mereka benar dengan membiarkan anak bermain gadget terlalu lama. Bagaimana kalau anak sampai kecanduan gadget?

Menurut survey Common Sense Media, seperti yang dilansir oleh CNN.com, hampir 80% dari remaja mengatakan mereka memeriksa ponselnya setiap jam, dan 72% mengatakan mereka merasa harus merespons pesan teks dan jejaring sosial mereka.

Fakta ini tidak mengagetkan. Kecanduan teknologi saat ini merupakan masalah yang serius. Anak jadi kehilangan momen berharga dan penting dalam hidupnya, seperti bermain dengan teman-temannya, menghabiskan waktu dengan keluarga, travelling, dan sebagainya. Semua pengalaman itu tidak dapat diganti.

Apa yang harus dilakukan para orangtua?

1. Beri perhatian dan buat kesepakatan

Adiksi atau kecanduan tidak terjadi dalam waktu sehari atau dua hari. Butuh waktu lama sampai ini terjadi. Sudah sepatutnya orangtua memberikan perhatian dan mengawasi anak saat menggunakan gadget. Jika anak sudah semakin sering menghabiskan waktu dengan gadget, perhatian Anda harus lebih ekstra. Jangan menunggu sampai Anda jadi kesulitan mengatasinya.

Menjauhkan gadget dari anak bukan solusi. Orangtua harus memberikan pemahaman tentang gadget dan apa saja yang akan ditemui anak saat berselancar di internet, termasuk game apa yang boleh dimainkan dan yang tidak.

Buatlah kesepakatan dengan anak berapa jam sehari ia boleh bermain gadget, dan tekankan bahwa ia tidak boleh meninggalkan tanggung jawabnya. Kalau anak melanggar, Anda boleh saja menerapkan hukuman berupa mengurangi waktu pemakaian gadget. Jadilah teman, bukan orangtua yang ditakuti anak sehingga anak mau terbuka tentang kegiatan yang ia lakukan dengan gadgetnya.

2. Buat pengalaman yang menyenangkan

Buat aturan bersama di dalam keluarga, misalnya pada saat makan malam gadget tidak boleh digunakan oleh siapa pun termasuk Anda, atau pada saat anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga. Gunakan kesempatan itu untuk mengobrol, tertawa dan berbagi cerita saat mereka bermain dengan teman-temannya. Orangtua harus mau masuk untuk mengenali dunia anak. Atau, Anda bisa menunjukkan foto-foto lama dan momen berharga lainnya untuk membangkitkan kenangan dan membuka obrolan.

Mulailah dari yang kecil, sisihkan waktu 1 jam sehari dari waktu Anda untuk tidak menggunakan ponsel. Lalu tambah lagi frekuensi waktunya. Manfaatkan waktu tersebut untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan, misal bermain bersama anak atau memasak bersama untuk membangun koneksi yang lebih dalam dengan anak.

Anda bisa memulainya dengan obrolan seperti: apa rencana mereka pada akhir pekan ini, apakah ada temannya yang menjengkelkan, makan apa mereka tadi siang, apa channel YouTube favorit mereka dan mengapa, dan sebagainya. (jsn/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed