Selasa, 21 Feb 2017 11:40 WIB

Lima Kota Indonesia 'Pemakan' Spektrum Operator

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jakarta - Berdasarkan data yang diolah dari Konsolidasi Laporan Kinerja Operator Seluler 2016, ditemukan lima kota besar di Indonesia yang mendorong operator seluler untuk menambah spektrum frekuensinya. .

"Hal ini tidak terjadi di kota lainnya yang praktis tidak ada congest (padat). Congest ini hanya di lima kota ini, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara di acara Diskusi Telekomunikasi 2017 yang digelar oleh Telco Editor Forum di Balai Kartini, Jakarta, Senin, (20/2/2017).

Dikatakan Rudiantara, ini artinya, di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya bermasalah dengan kapasitas, bukan coverage. Maka, permasalahan ini pun harus diselesaikan dengan solusi kapasitas.

Menurutnya, spektrum per kapita di Indonesia relatif sangat kecil. Rata-rata jarak satu Base Transceiver Station (BTS) dengan yang lain sekitar kurang lebih 400 meter penempatannya.

"Nah, bagaimana selesaikan masalah di kota besar itu dengan nambah spektrum atau lainnya. Jadi tender di 2,1 GHz dan 2,3 GHz ini dialokasikan untuk permasalahan kapasitas seperti di lima kota besar tadi," tuturnya.

Pria yang akrab disapa Chief RA ini menyebutkan, tender spektrum 2,1 GHz dan 2,3 GHz akan dilakukan bersamaan, di mana dibentuk terlebih dahulu aturannya berupa Peraturan Menteri (Permen) soal tender yang diharapkan rampung di bulan Maret. Usai itu dilakukan tender dalam skema lelang.

Setelah itu, pada pertengahan tahun 2017 bisa diketahui pemenang dari blok kosong, baik di 2,1 GHz dan 2,3 GHz. Sekedar informasi, di 2,1 GHz ada dua blok tanpa penghuni, yaitu di blok 11 dan 12 yang masing-masin selebar 5 MHz. Sedangkan untuk 2,3 GHz dari total 30 MHz yang kosong, yang dilelang hanya 15 MHz.

Tahap selanjutnya, setelah ditemukan pemenang tender dari blok kosong, maka dilakukanlah refarming (penataan ulang). Rudiantara mengatakan proses refarming akan jauh lebih cepat dari sebelumnya.

"Karena kita punya pengalaman refarming sebelumnya. Fokus di lima kota besar tadi, refarming di luar lima kota itu gampang," ucapnya. (rns/rns)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed