Berita Terbaru
-
Rabu, 16/05/2012 19:18 WIB
Lengser dari Telkomsel, Sarwoto Balik ke Telkom Urus Satelit -
Rabu, 16/05/2012 18:43 WIB
Alex Sinaga, Dirut Baru Telkomsel -
Rabu, 16/05/2012 15:21 WIB
Direksi Telkomsel Dirombak? -
Rabu, 16/05/2012 08:37 WIB
Sejumlah Maskapai Penerbangan Izinkan Telepon di Pesawat -
Selasa, 15/05/2012 17:33 WIB
Wah, Iklan Broadband di Inggris pun Dituding Menipu -
Selasa, 15/05/2012 15:46 WIB
Indosat Siap Jual 12 Ribu Menara Lagi
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Senin, 05/03/2012 11:53 WIB
Manusia akan Menikah & Bercinta dengan Robot?
Posted : radydjencolePro Kontra
-
KONTRA bent24
″Ga ada perubahan..
.. ″
-
PRO aroan81
″satu lagi terlewatkan , layarnya yang sudah retina display
, tepi ikon-ikon aplikasi di home screen dan tulisan terlihat.. ″
51%
49%
Selengkapnya
Frekuensi 3G Operator Bakal Ditambah
Achmad Rouzni Noor II - detikinet
BTS (inet)
Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh menegaskan demikian ketika diwawancarai detikINET di suatu kesempatan belum lama ini di Jababeka, Cikarang.
"Nanti dari hasil evaluasi audit jaringan 3G kita bisa tahu, operator mana yang kurang mengoptimalkan, dan mana yang justru kekurangan. Dari situ, yang tidak optimal frekuensinya akan kita cabut, dan yang membutuhkan akan kita tambah," ujarnya.
Kini ada lima operator seluler yang memiliki lisensi 3G yaitu Telkomsel, Excelcomindo Pratama (XL), Indosat, Natrindo Telepon Seluler (NTS), dan Hutchinson CP Telecom Indonesia (HCPT). Dan tiga besar di antaranya telah mengajukan permintaan resmi untuk menambah frekuensi.
Pada spektrum 3G di pita 2,1 GHz, frekuensi yang telah dialokasikan untuk kelima operator tersebut selebar 25 MHz. Artinya, masih ada sisa frekuensi yang bisa digunakan selebar 35 MHz.
Regulator melalui Tim Evaluasi Pemakaian Frekuensi saat ini masih mengevaluasi pemakaian frekuensinya sejak lisensi diberikan beberapa tahun lalu. Setelah evaluasi usai, baru kemudian disiapkan konsep pemberian frekuensi tambahan.
Dalam mengukur kebutuhan frekuensi, regulator akan melihat jumlah pelanggan, komitmen perluasan jaringan, dan model bisnis yang diterapkan. Tambahan frekuensi yang diberikan kepada operator yang dinilai layak, masing-masing selebar 5 MHz.
Namun, penambahan frekuensi tersebut harus disertai dengan pembayaran yang nominalnya belum ditentukan. Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar mengisyaratkan, bisa saja biayanya sebesar up front fee saat lelang 3G dua tahun lalu yakni 160 miliar rupiah atau lebih. "Angka itu yang masih kita kaji," ujarnya lagi.
Saat lelang frekuensi 3G dua tahun lalu, negara mendapatkan uang segar sekitar Rp 566 miliar. Angka itu di luar Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi yang jumlahnya bervariasi setiap tahunnya. Pada tahun pertamanya, tiga operator pemenang tender 3G, Telkomsel, Indosat, dan XL, harus membayar sebesar Rp 32 miliar.
Memberatkan Operator
Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja dan Presdir XL Hasnul Suhaimi sama-sama berpendapat, jika besaran biaya yang dikenakan untuk tambahan frekuensi 3G senilai dengan BHP frekuensi ketika lisensi pertama kali diberikan, akan memberatkan operator karena model bisnisnya saat ini sudah berubah.
"Tarif yang kami kenakan sudah berubah dibandingkan ketika pertama kali lisensi 3G ada," demikian kata mereka.
Sementara Hasnul menambahkan, frekuensi 3G miliknya dialokasikan 70% untuk data dan sisanya bagi layanan suara. Namun sayangnya, pendapatan yang dihasilkan dari layanan data hanya 10% bagi perusahaan. "Jika regulator mengenakan biaya semahal itu untuk mendapatkan frekuensi, bagaimana mungkin kami menurunkan tarif internet kami," katanya.
Pun ia menyarankan, regulator menggunakan sistem insentif untuk memberikan frekuensi. Sehingga, jika operator mendapatkan tambahan frekuensi, ada jaminan bisa memberikan tarif internet murah. "Itu akan lebih menantang operator, dan masyarakat bisa merasakan dampaknya secara langsung," pungkasnya.
Bagaimana menurut Anda tentang layanan 3G para operator telekomunikasi? Sampaikan di detikINET Forum.
( rou / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Rabu, 16/05/2012 18:43
Alex Sinaga, Dirut Baru Telkomsel - Rabu, 16/05/2012 19:40
Bongkar Pasang Formasi Tiga Raksasa Telekomunikasi - Rabu, 16/05/2012 19:16
Polisi Gerebek Gudang Perakitan BlackBerry Ilegal di Pekanbaru - Rabu, 16/05/2012 19:18
Lengser dari Telkomsel, Sarwoto Balik ke Telkom Urus Satelit - Rabu, 16/05/2012 17:33
Waduh! Kepsek Ancam Keluarkan Murid yang Facebookan
Komentar Terpopuler
- Senin, 14/05/2012 20:15 WIB
Kominfo Blokir 20 Situs Download Musik - Sabtu, 12/05/2012 12:16 WIB
Ponsel Windows Termurah Nokia Hadir di Indonesia - Jumat, 11/05/2012 15:16 WIB
Alamak, Makin Banyak Orangutan yang Keranjingan iPad - Sabtu, 12/05/2012 13:38 WIB
Wah, Siri iPhone 4S Sebut Nokia Lumia Ponsel Terbaik - Sabtu, 12/05/2012 15:02 WIB
Komunitas Ubuntu Ingin Buat Masyarakat Indonesia 'Sadar'
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- Ini Beda Fungsi CVR dan FDR pada Black Box Pesawat
- Libur Panjang, Kemacetan di Jalanan di Jakarta Menggila




Sending your message
