Berita Terbaru
-
Jumat, 25/05/2012 14:38 WIB
Pembuat 'Virus Angry Birds' Didenda Rp 724 Juta -
Jumat, 25/05/2012 10:09 WIB
Berbahaya, Yahoo Axis Ditutup untuk Chrome -
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook' -
Senin, 21/05/2012 14:07 WIB
Parah! Hacker Sebar Foto Porno Lewat Akun Facebook Pendeta -
Senin, 21/05/2012 13:01 WIB
Hati-hati Akses Internet di Hotel -
Sabtu, 19/05/2012 09:58 WIB
Hati-hati Gunakan WiFi Publik untuk Online Banking!
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Senin, 05/03/2012 11:53 WIB
Manusia akan Menikah & Bercinta dengan Robot?
Posted : radydjencolePro Kontra
- KONTRA Pulgar ″̲.. ″
- PRO usep saefuloh ″Pro.................... ″
50%
50%
Selengkapnya
Budi Rahardjo:
Yang Penting Online, Sekuriti Nomor Dua
Dewi Widya Ningrum - detikinet
Budi Rahardjo (inet)
Budi Rahardjo, pakar keamanan komputer dari Institut Teknologi Bandung (ITB), berpendapat bahwa umumnya pemilik situs mementingkan sistemnya jalan dulu (online) karena menganggap informasi yang dipajang di situs tersebut mungkin tidak terlalu penting.
"Biasanya yang penting webnya jalan dulu, baru kemudian memikirkan masalah sekuriti lalu yang ketiga performa," ujarnya kepada detikINET yang dihubungi via telepon, Rabu (16/4/2008).
Bahkan, lanjut Budi, kadang-kadang admin lupa meng-upgrade software karena alasan sibuk, proyek sudah selesai ataupun tidak ada dana untuk upgrade.
Ada tiga poin yang bisa dijadikan alasan mengapa sebuah situs bisa dengan mudah disusupi. Pertama adalah karena terlambat meng-update software. Kedua, konfigurasi yang digunakan pada sistem masih default. Dan yang ketiga, karena username dan password mudah ditebak.
Namun, kalaupun itu diperbaiki, bukan berarti situs akan aman-aman saja. Lebih lanjut dikatakan Budi, kadang-kadang karena faktor keteledoran manusia juga. "Harusnya admin ngerti jangan membuat password yang mudah ditebak, tapi pada kenyataannya banyak admin yang belum paham. Bahkan ada kalanya karyawan yang tidak mengerti IT tapi 'dipaksa' menjadi admin," tuturnya lagi.
Seharusnya ada biaya investasi untuk sekuriti dan teknikal, misalnya training untuk sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini admin diberi pelatihan agar skillnya ter-update, upgrade software dan hardware. Namun justru budget untuk itu diabaikan.
"Sama kayak bangun kantor tapi lupa masang pagar. Trus pas tahu harga memasang pagar ternyata Rp 20 juta misalnya, karena mahal, akhirnya diputuskan tidak pasang pagar aja," papar Budi menganalogikan.
Bagaimana pendapat Anda? Diskusikan di detikINET Forum. ( dwn / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 18:23
'Kulkas Pintar', Cek Stok Makanan dari Smartphone - Jumat, 25/05/2012 16:07
6 Ponsel Nokia Terpopuler - Jumat, 25/05/2012 17:21
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital' - Jumat, 25/05/2012 16:45
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus - Jumat, 25/05/2012 15:50
Ini Dia Jadwal Update Android ICS untuk Ponsel HTC
Komentar Terpopuler
- Rabu, 23/05/2012 16:44 WIB
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini? - Senin, 21/05/2012 15:02 WIB
Butuh Berapa Pekerja untuk Bikin 9 Juta Galaxy S III? - Minggu, 20/05/2012 13:49 WIB
Galaxy S III Versi Jepang Punya RAM 2GB - Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia - Selasa, 22/05/2012 19:08 WIB
BlackBerry Pede Bakal Terus Eksis di Indonesia
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- Komisi II akan Minta Penjelasan Kemendagri Soal Kematian Praja IPDN
- Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB




Sending your message
