Berita Terbaru
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud -
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud -
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum -
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking -
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit -
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Senin, 05/03/2012 11:53 WIB
Manusia akan Menikah & Bercinta dengan Robot?
Posted : radydjencolePro Kontra
- KONTRA Pulgar ″̲.. ″
- PRO usep saefuloh ″Pro.................... ″
50%
50%
Selengkapnya
Harga Bandwidth Turun, Pengguna Internet Naik 40%
Dewi Widya Ningrum - detikinet
Sylvia Sumarlin (inet)
Kepada detikINET, Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Sylvia Sumarlin memaparkan, harga bandwidth dulunya mencapai USD 2.200 sampai 2.500 USD per Mbps. Harga tersebut adalah harga beli bandwidth Internet Service Provider (ISP). Sekarang, di tahun 2008, ada kecenderungan harga bandwidth turun menjadi USD 1.800 untuk yang internasional dan yang memakai fiber optik. Tapi untuk yang pakai satelit, diperkirakan harganya USD 1.300 - 1.500 per Mbps.
Menurut Sylvia, penurunan harga bandwidth juga akan berdampak pada kapasitas penggunaan internet. Dengan adanya penurunan bandwidth, diharapkan kapasitas penggunaan internet akan naik minimal satu kali lipat.
"Kalau harga bandwidth turun, dampaknya tidak hanya bisa dilihat pada jumlah pengguna saja, tapi juga kapasitas penggunaannya. Dengan turunnya harga bandwidth, user yang dulu rata-rata hanya mengakses internet 1 sampai 2 jam misalnya, akan semakin lama mengaksesnya. Mereka akan lebih lama memanfaatkan bandwidth," jelasnya lagi.
Menyinggung soal trafik, Sylvia mengatakan lalu lintas Internet di Indonesia pada akhir 2007 lalu mencapai 5 gigabit per second (Gbps) untuk yang konsumsi bandwidth internasional, sementara untuk yang wireless mencapai 25 persen. Namun untuk trafik nasional, dalam satu tahun trafiknya bisa mencapai 80 Gbps.
Dengan adanya konten dalam negeri seperti blog, diharapkan dapat menghemat konsumsi bandwith luar negeri. "Kita cenderung mengakses ke konten luar sehingga jadi boros. Dengan adanya konten di dalam negeri, kita jadi lebih berkembang, bandwith lebih efisien," tukasnya.
Penggunaan Bandwidth Internasional
Hampir 25 persen pengeluaran ISP digunakan untuk biaya bandwidth internasional. Bahkan untuk penarikan akses ke pengguna akhir saja (last mile) bisa mencapai 30 persen dari pengeluaran.
Sylvia menilai akses ke pengguna akhir perlu dibenahi karena infrastrukturnya tidak merata. Salah satunya dengan adanya penyelenggaraan tender akses frekuensi pita lebar nirkabel (Broadband Wireless Access), untuk menghadirkan internet hingga ke daerah-daerah yang tak terjangkau. "Daripada menggali kabel kan mahal sekali," tandasnya. ( dwn / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 18:23
'Kulkas Pintar', Cek Stok Makanan dari Smartphone - Jumat, 25/05/2012 16:07
6 Ponsel Nokia Terpopuler - Jumat, 25/05/2012 17:21
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital' - Jumat, 25/05/2012 16:45
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus - Jumat, 25/05/2012 15:50
Ini Dia Jadwal Update Android ICS untuk Ponsel HTC
Komentar Terpopuler
- Rabu, 23/05/2012 16:44 WIB
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini? - Senin, 21/05/2012 15:02 WIB
Butuh Berapa Pekerja untuk Bikin 9 Juta Galaxy S III? - Minggu, 20/05/2012 13:49 WIB
Galaxy S III Versi Jepang Punya RAM 2GB - Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia - Rabu, 23/05/2012 13:19 WIB
Galaxy S III Dibanderol Rp 6,9 Juta di Indonesia?
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
- Kemendagri Siap Buktikan Keppres Pemberhentian Agusrin Tak Cacat Hukum




Sending your message
