detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
  • KONTRA mrroot  ″canggih sih canggih tapi ane rasa bukan yang terbaik pissman .. ″
  • PRO asalbunyiah  ″Sekarang udah akhir 2012 yah.. ″
50%   50% 

Selengkapnya


Rabu, 13/06/2007 17:37 WIB

Red Hat 'Lawan' IGOS untuk Sistem TI Pemerintahan
Wicaksono Hidayat - detikinet


Harry Surjanto (wsh/inet)

Jakarta - Red Hat berminat untuk memasuki sistem teknologi informasi yang digunakan pemerintahan Indonesia. Namun hal itu akan membuatnya 'bersaing' dengan IGOS, distro Linux 'plat merah'. Harry Surjanto, Presiden Direktur PT CTI, distributor Red Hat di Indonesia, mengatakan Red Hat berminat untuk masuk sebagai sistem teknologi informasi yang digunakan pemerintah. "Tapi yang akan lebih banyak maju ke pemerintahan adalah dari rekanan. Kami fully support rekanan yang maju ke pemerintahan," tukas Harry dalam jumpa pers di Menara Kuningan, Jakarta, Rabu (13/6/2007). Namun di sisi lain pemerintahan, lewat Kementerian Riset dan Teknologi, telah mengembangkan sebuah distro Linux sendiri bernama IGOS Nusantara. Harry mengakui secara tidak langsung Red Hat jadi bersaing dengan distro tersebut. "Ya, secara tidak langsung. Karena intinya kan (kalau pakai IGOS-red) mereka tidak beli support dari Red Hat," ujarnya. Meski demikian Harry mengatakan Red Hat dan IGOS memiliki kesamaan dan sebenarnya bisa dibilang bersaudara. "Kalau Open Source kan begitu. Red Hat juga berpartisipasi dalam mengembangkan Linux," ia menambahkan. Baik Red Hat maupun IGOS Nusantara adalah varian, atau kerap disebut sebagai distro, dari sistem operasi Linux. Sistem operasi ini bisa didapatkan tanpa biaya lisensi. Bisnis Red Hat, ujar Red Hat Specialist PT CTI Aries T. Kitti, adalah dari langganan layanan dukungan. Layanan itu tersedia atas tiga tingkat, Basic, Standard, dan Premium. Perbedaan masing-masing tingkat adalah pada support yang diberikan. Level Basic, ujar Aries, hanya mendapatkan dua kali support via telepon dan satu kali via web. Sedangkan untuk Standard support disediakan pada hari dan jam kerja. "Kalau Premium, kita 24-7, jadi 24 jam dan 7 hari seminggu, non stop," tukas Aries. Untuk kisaran harganya, Aries mengatakan, tergantung pada sistem yang digunakan klien. "Contohnya untuk unlimited socket, paket yang Standard, harganya adalah US$ 1.499," ia mencontohkan. ( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel